Advertisement

Sugeng Tindak Gusti Joyo

Rabu, 01 Januari 2014 - 22:38 WIB
Maya Herawati
Sugeng Tindak Gusti Joyo

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Adik bungsu Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X yang meninggal pada Selasa (31/12/2013) sekitar pukul 17.00 di Jakarta dimakamkan di pemakamam Hastorenggo, Kotagede, Rabu (1/1/2014).

Gusti Joyo, panggilan akrabnya meninggalkan seorang istri, dan tiga anak yaitu Nyai Raden Ria Jayaningrum, KRT Joyoningrat, serta Nyai Raden Ria Jayaningtyas.

Advertisement

Sri Sultan melepas pemberangkatan jenazah Gusti Joyo Rabu, sekitar pukul 14.00 WIB dari rumah duka Ndalem Joyokusuman Jalan Rotowijayan Jogja diiringi keluarga, kerabat, dan ratusan pelayat.

Sebelum dibawa ke pemakaman, jenazah adik Sri Sultan Hamengku Buwono X itu terlebih dahulu dibawa ke Masjid Rotowijayan untuk disalatkan.

Setelah disalatkan jenazah Gusti Joyo kemudian dibawa ke Pemakaman Hastorenggo Kotagede dengan menggunakan ambulans diikuti ratusan pelayat yang menggunakan mobil dan sepeda motor.

Pengageng Dwarapura Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat KRT Djatiningrat mengatakan, Gusti Joyo meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Jakarta, setelah beberapa hari menjalani perawatan akibat sakit.

"GBPH Joyokusumo meninggal dunia pada usia 58 tahun, karena sakit komplikasi diabetes, ginjal, dan jantung. Almarhum meninggalkan seorang istri BRAy Joyokusumo dan tiga anak yakni Jayaningrum, Jayaningrat, dan Jayaningtyas," katanya.

Menurut dia, semasa hidupnya mantan anggota DPR RI asal DIY itu menjabat Pengageng Kawedanan Hageng Panitri Putra Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang menangani urusan internal keraton.

"Selain itu, mendiang juga pernah menjadi anggota DPR RI, Ketua Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia [PDHI] Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Ketua Panitia Tetap Mujahadah dan Semaan Al Quran Purbojati DIY," katanya.

Di rumah duka Ndalem Joyokusuman tampak para petakziah berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga almarhum, di antaranya Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana dan Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar.

Puluhan karangan bunga ucapan duka cita atas meningggalnya GBPH Joyokusumo tampak memenuhi sepanjang Jalan Rotowijayan. Karangan bunga ucapan duka cita itu dari lembaga, instansi, partai politik, perguruan tinggi, dan relasi almarhum.

Semula ada informasi, Gusti Joyo akan dimakamkan di pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul. "Imogiri sudah penuh. Enggak ada tempat. Jadi pemakamannya di Kotagede. Di dekat makam bu Ratu Anom," kata kakak almarhum, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hadiwinoto.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan GPBH Yudoningrat pernah mengatakan kompleks pemakaman Imogiri akan diperlebar dengan menggunakan dana keistimewaan 2014.

Bila hal ini terlaksana, Hadiwinoto mengatakan tidak menutup kemungkinan jasad Joyokusumo akan dipindahkan ke Imogiri. "Tapi itu tergantung warisnya [keluarga Joyokusumo]," ujar Hadiningrat.

Joyokusumo adalah anak bungsu dari empat bersaudara yang berasal dari keturunan Sultan HB IX dengan istri kedua Kanjeng Ratu Ayu Windyaningrum. Namun dari keseluruhan anak HB IX yang berjumlah 22 orang, Joyokusumo adalah anak ke-10.

Hadiwinoto menjelaskan, penyakit diabetes telah diderita Joyokusumo sejak empat hingga lima tahun lalu. Perkembangannya, Joyokusumo juga menderita penyakit lainnya, yaitu jantung dan gagal ginjal."Kami kan “pabrik gula” [istilah penderita gula]. Bapak [HB IX], ibu, juga Ngarso Dalem sebelum-sebelumnya kan punya sakit gula," Hadiwinoto menambahkan.

Dia menjelaskan, Joyokusumo sempat koma sejak tiga hari lalu. Kondisinya sempat membaik, meskipun belum sadar. Namun pada 31 Desember kondisinya kembali memburuk dan meninggal masih dalam kondisi tidak sadar.

Di Kraton, pria yang tutup usia pada umur 58 tahun tersebut mempunyai tugas untuk menyambung komunikasi antara Raja dengan para ulama dan tokoh agama. Meninggalkan rumah duka, Sultan berat melepas Gusti Joyo.“Mas Joyo selama ini berfungsi menjembatani komunikasi saya dengan masyarakat, para ulama dan tokoh agama yang ada. Tapi karena Allah berkehendak lain, saya juga ikhlas,” ujar Sultan seraya berharap agar adiknya itu mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan.

Terakhir, ia sering berkomunikasi dengan Gusti Joyo ketika ulang tahun Kraton Jogja, September lalu dan pada persiapan pernikahan GKR Hayu, putrinya keempat pada Oktober 2013 lalu. Setelahnya, ia tak lagi sering bertemu karena Gusti Joyo rutin menjalani perawatan di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement