Advertisement

PASAR SEMIN KINI : Sepi Pembeli, Pedagang Banyak Menganggur

Ujang Hasanudin
Jum'at, 17 Januari 2014 - 14:27 WIB
Nina Atmasari
PASAR SEMIN KINI : Sepi Pembeli, Pedagang Banyak Menganggur

Advertisement

Pasca-kebakaran Pasar Semin akhir tahun lalu, suasana jual-beli di pasar itu belum ramai seperti biasanya. Beberapa pedagang bahkan seharian tidak laku dagangannya. Berikut kisah yang dihimpun wartawan Harianjogja.com, Ujang Hasanudin.

Sutar, 55; Yati, 57; dan Aspuah, 50, asyik mengobrol, Kamis (16/1/2014), sekitar pukul 13.00 WIB, di tengah-tengah los Pasar Semin yang tidak terpakai. Dua hari sejak api menghanguskan kios mereka, Sutar mulai berjualan kembali.

Advertisement

Sesekali tawanya pecah sampai megundang perhatian sejumlah pekerja bangunan yang sedang mengerjakan pasar darurat yang dibangun Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, yang berdekatan dengan tempat mereka berjualan.

Para pedagang ini seolah ingin melupakan tragedi kebakaran yang membuat mereka merugi ratusan juta rupiah. “Ya daripada bengong mending tidak ada pembeli, kami kumpul-kumpul,” ucap Sutar berkelakar.

Suasana Pasar Semin siang kemarin sepi, hanya ada beberapa pembeli. Itu pun terpusat di depan pasar, di areal lahan parkir. Suasana di belakang pasar lengang.

Sejak pagi hari, Sutar mengaku belum ada satu pun pembeli yang melihat-lihat pakaian dagangannya.
Selain sepi mereka juga dipusingkan dengan bau tak sedap yang ditimbulkan dari sisa makanan di antara puing-puing yang terbakar yang dihinggapi lalat.

Namun, Sutar tidak ada pilihan selain bertahan untuk mencari penghasilan. Ia hanya berharap pasar darurat segera selesai.

Yati juga demikian, harus menunggu kesabaran menanti pasar darurat agar penghasilannya bisa normal kembali. Paling tidak untuk menutupi utang di bank. Untuk jumlah dagangan pakaian tidak sebanyak biasanya.

“Sedikit saja belum laku, banyak menganggurnya,” ucap dia. Yati tidak berani mengambil pakaian banyak karena tidak ada modal untuk kulakan.

Sepinya pembeli juga tidak hanya dirasakan oleh para pedagang pakaian. Pedagang sayuran dan bumbu dapur juga merasakan hal yang sama. Biasanya mereka bisa memperoleh pendapatan Rp500.000 sampai Rp1 juta per hari.

“Sekarang untuk dapat Rp100.000 saja susah,” ucap Ngatminingsih, 45, pedagang bumbu dapur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement