Warga Bantul Keluhkan Volume Gas Elpiji Tinggal Separo

04 Februari 2014 14:51 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah warga Dusun Wonocatur Desa Banguntapan, Banguntapan, Bantul mengeluhkan beredarnya tabung gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg yang isinya tinggal setengah.

Beredarnya penjualan gas elpiji yang beratnya hanya 1,5 kg itu di antaranya dikeluhkan Imelda, warga Wonocatur, Desa Banguntapan, Banguntapan, Bantul. Imelda mengungkapkan, sudah beberapa minggu terakhir tabung gas 3 kg yang ia beli isinya tinggal setengah.

Awalnya ia kaget saat menenteng tabung gas yang ia beli di pengecer, tidak terasa berat seperti biasanya. Sesampai di rumah saat dicek dengan meteran gas elpiji, ternyata isi tabung tinggal setengah.

"Biasanya kan berat kalau mengangkat tabung tiga kilogram itu, ini malah ringan," ujar Imelda ditemui, Senin (3/12/2014).

Tabung gas tersebut ia beli di sejumlah pangkalan dan pengecer di sekitar Pasar Bantengan, Wonocatur, Banguntapan. Namun, saat ia membeli gas langsung di agen, isi tabung masih utuh seberat 3 kg.

Menurut Imelda, ciri-ciri plastik penutup tabung gas tersebut juga berbeda antara gas yang dibeli di agen dengan yang dibeli di pangkalan atau pengecer.

"Kalau yang beli di agen, penutupnya warna merah terang, lalu ada lapisan plastik. Kalau di pengecer tutupnya warna merah pucat, plastik lapisan ke duanya enggak ada," imbuhnya.

Dedi warga lainnya mengungkapkan, maraknya tabung gas bersubsidi yang isinya tinggal setengah meresahkan dan merugikan masyarakat.

"Jelas rugi, harusnya satu tabung cukup untuk dua minggu memasak, tapi sekarang, kadang gak sampai sepekan sudah habis. Padahal pemakaian seperti biasa enggak berubah," kata Dedi.

Padahal, harga tabung di pengecer dan pangkalan lebih mahal dari agen. Harga gas di pengecer dibanderol Rp17.500 per tabung sedangkan di agen hanya Rp15.500.

Ia menduga, adanya praktik bisnis curang yang dilakukan pedagang dengan cara menyuntikan gas elpiji 3 kg ke tabung lainnya atau membagi dua agar jumlahnya banyak. Sebab saat ini, permintaan gas bersubsidi tetap tinggi menyusul mahalnya harga gas non subsidi ukuran 12 kg.