11 Desa di Bantul Ajukan Anggaran Pembangunan Rp47,2 Miliar

Ilustrasi dana pinjaman (JIBI/Solopos - Dok.)
04 Februari 2014 16:35 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 11 Desa di Kacamatan Piyungan dan Banguntapan, Kabupaten Bantul mengajukan anggaran pembangunan sebesar Rp47 miliar pada 2015 mendatang.

Kebutuhan anggaran tersebut berdasarkan usulan dan pengajuan warga sebagaimana tertuang dalam hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) delapan desa yang sudah diajukan ke Kecamatan Piyungan dan Banguntapan.

Sekretaris Camat Piyungan Juwahir mengatakan, tiga desa di Piyungan meliputi Srimulyo, Srimartani, dan Sitimulyo sudah selesai menggelar Musrenbangdes sekitar akhir Desember 2013 lalu yang mulai disusun di tingkat kecamatan sebelum diajukan ke Pemkab Bantul melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Untuk tiga desa di Kecamatan Piyungan sudah kami lakukan pra musrenbang di tingkat kecamatan. Tinggal kami floor-kan ulang sebelum nanti kami bawa ke Bappeda pertengahan bulan ini,” kata Juwahir, Senin (3/2/2014).

Menurut Juwahir, sesuai dengan daftar isian pengajuan rencana pembangunan desa yang dimulai dari tahap dusun, setidaknya ada 11 jenis usulan yang diajukan tiap-tiap desa meliputi program bidang pemerintahan, kesejahteraan, sarana prasarana, dan bidang ekonomi.

Ketiga desa di kecamatan Piyungan mengajukan kebutuhan anggaran program pembangunan mencapai Rp30,7 miliar.

Ia menguraikan untuk Desa Sitimulyo kebutuhan diajukan senilai Rp7,5 miliar, Srimulyo mengajukan Rp7,2 miliar dan Srimartani Rp16 miliar.

Menurut dia, program diajukan warga paling penting adalah program fisik menyangkut bidang sarana dan prasarana (sarpras) umum seperti rehap jalan rusak, irigasi pertanian, dan pembangunan talud,” ujar Juwahir.

Hanya, Juwahir menambahkan program yang diajukan tiga desa masih akan dilakukan finalisasi di tingkat kecamatan untuk menyaring kembali program yang paling prioritas untuk bisa realisasi 2015 nanti