TAWURAN : Senjata Disembunyikan di Warung

04 Februari 2014 00:50 WIB Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menyatakan memerintahkan kepada jajarannya untuk menangkap pelaku penyerangan pada Senin (3/1/2014) pagi jajarannya menjemput  siswa lainnya di SMA N 1 Ngaglik. Sehingga total ada sembilan siswa yang diamankan di Mapolres Sleman. "Mereka dijemputi satu per satu, ada juga yang saat masih di dalam kelas," terangnya.

Setelah menelusuri di sekitar SMA N 1 Ngaglik, kepolisian mengamankan belasan senjata untuk tawuran. Barang bukti yang diamankan itu adalah empat parang tajam ukuran 50 cm, tiga gir diameter 15 cm dengan tali pelontar, dua modifikasi senjata rantai dan besi, sembilan pentungan besi, satu molotov berisi bahan bakar minyak dan sumbu serta satu topi yang tertinggal.

Seluruh barang bukti itu diamankan di warung milik Sriyatun yang berlokasi di luar gedung sekitar SMA N 1 Ngaglik. "Tapi pemilik warung itu tidak tahu kalau warungnya digunakan tempat menyimpan [senjata]," ujarnya.

Sementara dari lokasi kejadian, pihaknya mengamankan sebilah parang tajam berukuran sekitar 25 sentimeter. Serta sejumlah sumbu yang diduga molotov tapi tidak meledak. Ihsan menegaskan pihaknya memanggil dua kepala sekolah dari SMK Muhammadiyah Pakem dan SMA N 1 Ngaglik. Tujuannya untuk memediasi guna menyelesaikan persoalan agar tidak terulang kembali.

Pihaknya masih mendalami terkait informasi. Beberapa hari sebelumnya pihak SMA N 1 Ngaglik mendapatkan penyerangan. Karena diduga motif sudah turun temurun. Mediasi dilakukan di lantai dua aula Mapolres Sleman. Kedua kepala sekolah juga ditunjukkan sejumlah senjata tajam yang dipergunakan.

Seperti diberitakan belasan siswa SMA N 1 Ngaglik menyerang kompleks SMK Muhammadiyah Pakem, Sleman, Sabtu (1/2/2014) pukul 17.30 WIB. Sembilan siswa diamankan dalam kasus tersebut berikut barang bukti senjata tajam dan molotov.