Advertisement
Hutan Kritis di Sleman Masih Bisa Diperbaiki
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani menyebutkan luasan hutan yang kritis masih bisa diperbaiki.
“Yang agak kritis sebetulnya tidak terlalu luas, jadi saya yakin masih bisa diatasi. Kami memang punya pekerjaan rumah [PR] berat, tapi masih bisa menanganinya,” katanya saat ditemui Harian Jogja beberapa waktu lalu.
Advertisement
Berbagai upaya dilakukan demi mengurangi luas lahan kritis. Epiphana mengatakan, secara umum langkah yang dilakukan adalah penghijauan, perbaikan struktur tanah, dan pemupukan.
“Lahan kritis yang letaknya di tanah miring dan luasnya mencapai sekitar 40 persen kami tangani dengan pembuatan terasiring,” katanya.
Penjelasan Epiphana dibenarkan oleh Rofiq Andriyanto, Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (P2K) Kabupaten Sleman.
“Dengan pendekatan peningkatan luas hutan rakyat. Juga melalui program satu miliar pohon. Tahun lalu sudah tercapai 952.685 batang,” urai Rofiq.
Dengan alasan realistis, target pemulihan lahan kritis pun hanya 50 hektare per tahun. Kendati demikian, tahun lalu lahan kritis yang berhasil dipulihkan mencapai seluas 76 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement





