Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Harianjogja.com, SLEMAN-Beberapa lokasi strategis di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sampai sekarang masih menjadi incaran kalangan investor perhotelan, apalagi dengan adanya moratorium izin pembangunan hotel baru di Kota Jogja.
"Bagi kalangan investor, Kabupaten Sleman selama ini dinilai masih prospektif untuk jasa properti, termasuk di dalamnya kebutuhan hotel bagi wisatawan. Pada tahun ini ada 15 hotel baru siap dibangun di Sleman," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Istidjab Danunagoro, Kamis (6/2/2014).
Menurut dia, wilayah Kabupaten Sleman masih prospektif untuk pendirian hotel baru. Beberapa lokasi strategis yang diincar para investor antara lain Jalan Kaliurang, Jalan Laksda Adisucipto, Jalan Gejayan, dan Jalan Palagan Tentara Pelajar.
"Pilihan membangun hotel di Sleman sangat mengutungkan. Apalagi moratorium izin membangun hotel baru di Kota Jogjakarta baru dibuka lagi pada 2016," kata Istidjab Danunagoro yang juga General Manager Quality Hotel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
WMO memperingatkan suhu global berpotensi memecahkan rekor baru dalam lima tahun ke depan akibat tren pemanasan global yang terus meningkat.
PPIH Arab Saudi melarang jamaah haji Indonesia lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS demi keselamatan di tengah cuaca panas dan kepadatan.
Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan barbeque.
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.