BANDARA KULONPROGO : Runway Geser, Realisasi Tunggu IPL

07 Februari 2014 12:16 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan bandara di Kulonprogo belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Alasannya, koordinat bandara masih harus diolah kembali di Kementerian Perhubungan sehingga izin penetapan lokasi (IPL) dari Gubenur DIY pun belum bisa keluar.

Sekretaris Daerah DIY, Ichsanuri, menuturkan, selama lokasi areal bandara belum ditentukan secara pasti IPL Gubenur DIY belum berani diturunkan.

Menurutnya, saat ini masih paroses pembahasan letak landasan bandara karena ada perubahan letak dari IPL yang diturunkan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

“Walaupun sudah diketahui titik koordinat di darat, tetapi ini kan pesawat jadi harus juga diketahui titik-titik di udaranya,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (6/2/2014).

Sejauh ini, kata dia, kelompok kerja (pokja) bandara yang dibentuk Pemda DIY, siap berkoordinasi dan bekerja asalkan lokasi jelas.

Terkait pembebasan lahan yang kemungkinan mundur dari jadwal semula yakni selesai pada 2014, Ichsanuri enggan berkomentar. “Sabar saja soal pembangunan bandara,” tukasnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengungkapkan, untuk memutuskan posisi akhir (final positioning), harus ada kejelasan antara pabrik PT Jogja Magasa Iron dan PT Angkasa Pura.

“Saat ini kami sedang menerima masukan-masukan, seperti apakah, landasan bandara sejajar dengan pantai, bagaimana sudut tertingginya, dan ada pula penghitungan radar Congot,” jelasnya.

Sekalipun belum dipastikan final positioning, kata Hasto, bukan berarti terjadi perubahan master plan secara besar-besaran, karena lokasi bandara sudah ditentukan antara Congot dan Glagah. Perubahan titik yang dimasksud hanya berupa pergeseran-pergeseran letak, seperti landasan bandara, dan sejenisnya.