MEGAPROYEK KULONPROGO : Penambangan Pasir Besi Ancam Usaha Perikanan

08 Februari 2014 16:24 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penambangan pasir besi di wilayah pantai selatan Kulonprogo mengancam pengembangan usaha perikanan.

Padahal keberadaan pelabuhan Tanjung Adikarta yang rencananya diresmikan September 2014 mendatang akan dikembangkan menjadi kawasan industri berbasis hasil laut dan perikanan.

Seperti yang diketahui, fungsi pasir besi yang ada di pantai mampu meredam laju gelombang serta mencegah atau menghambat abrasi pantai. Sementara, penggalian pasir besi di pantai berpengaruh pada terumbu karang tempat hidup ikan yang berada di disekitarnya.

Direktur Jendral Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri, Agung Mulyana, merasa optimistis pelabuhan perikanan yang terdapat di Glagah dapat menjadi kawasan industri yang dapat menampung ribuan tenaga kerja lokal dan mengolah hasil produksi setempat.

Kendati demikian, ia tidak menampik aktivitas penambangan pasir besi dengan pabrik biji besi di wilayah yang sama menjadi tantangan dalam pengembangan kawasan industri.

“Penambangan pasir besi kontradiktif dengan pengembangan usaha perikanan, tetapi lihat saja nanti seperti apa,” ujarnya saat ditemui wartawan usai melakukan audiensi dengan Pemkab Kulonprogo di Rumah Dinas Bupati, Jumat (7/2/2014).

Ia menjelaskan, maksud kedatangannya ke Kulonprogo berdasarkan undangan bupati untuk meninjau keberadaan pelabuhan perikanan.

Pemkab Kulonprogo meminta bantuan berupa fasilitasi untuk mengembangkan kawasan industri dan tidak hanya terbatas pada ikan, melainkan juga hasil bumi, seperti ubi-ubian yang dapat diolah menjadi tepung beras, dan sebagainya.

Ia menilai pembangunan kawasan industri terpadu dapat menghasilkan efisiensi sumber daya alam sekaligus meningkatkan perekonomian Kulonprogo.

“Jika dalam satu kawasan terdapat banyak pabrik yang bersinergi, otomatis produksi melimpah dan bervariasi dengan penggunaan energi lebih murah, misal nantinya bisa dibangun power plan dengan kapasitas yang memadai,” terang Agung.