Kasus Keracunan MBG Berpeluang Diproses Pidana dan Perdata, Polisi Harus Proaktif
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunungkidul mengajak petani untuk menggiatkan menanam Sorgun sebagai pakan alternatif pada musim kemarau yang diprediksi jatuh pada Maret mendatang.
Kepala Dinas TPH Supriyadi mengatakan, pada musim kemarau petani Gunungkidul kerap kesusahan memperoleh pakan ternak. Bahkan harus mendatangkan dari luar daerah dengan membelinya. Saat ini, kata dia tanaman sorgum sudah dilakukan uji coba dan kualitasnya sangat baik untuk ternak.
Saat ini, lanjut Supriyadi, tanaman sorgum baru dibudidayakan di wilayah Kecamatan Wonosari, Semin dan Kecamatan Tepus yang jumlahnya mencapai sekitar 400 hektare.
Hanya saja tanaman jenis Cartel tersebut baru ditanam secara tumpang sari. “Kita harap petani mulai menanam Sorgum,” kata Supriyadi, Sabtu (8/2/2014).
Camat Tepus Suyatna mengatakan, para petani di wilayahnya kurang bersemangat menanam sorgum karena harganya murah. Sebagian besar petani menanam Sorgum secara tumpang sari dengan tanaman lainnya agar bisa menghasilkan dari lahannya.
Suyatna menambahkan, Kecamatan Tepus, khususnya Desa Purwodadi saat ini akan dilakukan penelitian dari Badan Tenologi Nuklir (Batan) dan Universitas Gunungkidul pada tanaman Sorgum.
Penelitian tersebut untuk mencari alternatif lain selain untuk pakan ternak. Diakui dia, Sorgum juga bisa untuk bahan makanan, etanol.
Menurut Suyatna, saat ini Purwodadi juga sudah memanen 2 hektare tanaman Sorgum oleh kelompok tani Jati Makmur. “Hasilnya bagus kalau untuk pakan ternak,” kata dia.
Suyatna berharap ada manfaat lain dari Sorgun yang bisa mengangkat petani untuk semangat menanam Sorgun sebab tanaman itu sangat cocok ditanam di musim kemarau. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Kemenhaj memblokir akses SISKOPATUH dua travel umrah setelah muncul persoalan keberangkatan dan kepulangan jamaah.
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Kepala BGN Sudaryono ungkap bahan baku hewani rusak jadi penyebab keracunan MBG. Ribuan dapur kini diinvestigasi dan terancam ditutup.