Kecelakaan Maut di Wonosari, Pengendara Beat Tewas di Tempat
Kecelakaan maut di Wonosari, Gunungkidul menewaskan pengendara motor. Polisi masih memburu kendaraan misterius yang terlibat.
Pertandingan Final Lipeg 2025 mempertemukan kesebelasan SMA Negeri 1 Tanjungsari melawan SMA Negeri 2 Wonosari di Stadion Handayani, Wonosari. Sabtu (20/12/2025)/ Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—SMAN 1 Tanjungsari kembali menegaskan dominasinya di sepak bola pelajar dengan mempertahankan gelar juara Liga Pelajar Gunungkidul (Lipeg) 2025 usai menang 2-1 atas SMAN 2 Wonosari, di Stadion Handayani, Sabtu (20/12/2025).
Kemenangan dramatis SMA Negeri 1 Tanjungsari dipastikan melalui gol yang dicetak oleh Abyan Kenza dan Ghazi Al Haris. Sementara itu, SMA Negeri 2 Wonosari hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol tunggal Ghafiby Afif.
“Pertandingan final berjalan seru karena SMA Negeri 1 Tanjungsari bisa mempertahankan gelar juara dengan menundukkan SMA Negeri 2 Wonosari dengan skor tipis 2-1,” ujar Ketua Panitia Lipeg 2025, Heri Sentosa, Minggu (21/12/2025).
Kompetisi Berjalan Ketat Sejak November
Heri menjelaskan bahwa turnamen tahun ini diikuti oleh 16 tim perwakilan SMA dan SMK dari seluruh penjuru Kabupaten Gunungkidul. Rangkaian pertandingan sendiri telah bergulir cukup panjang sejak 14 November 2025.
“Seluruh pertandingan hingga babak grand final berjalan dengan lancar. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Lipeg sehingga dapat terselenggara dengan baik,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa Lipeg merupakan komitmen nyata dalam pengembangan bibit muda atlet sepak bola di "Bumi Handayani". Uniknya, penyelenggaraan liga ini dirancang agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Pertandingan hanya dijadwalkan pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain trofi juara, panitia juga memberikan penghargaan khusus bagi suporter paling kreatif guna memeriahkan atmosfer stadion.
Wadah Regenerasi Atlet Berkelanjutan
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul, Irfan Ratnadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan Lipeg. Menurutnya, kompetisi yang berkesinambungan adalah kunci utama pencarian bakat pemain muda yang andal.
“Lipeg menjadi satu-satunya turnamen sepak bola antar sekolah di DIY yang dapat terlaksana rutin setiap tahun,” ungkap Irfan.
Ia menilai kesuksesan Lipeg tidak lepas dari pengelolaan kegiatan yang profesional. Dampak positif regenerasi atlet sudah terlihat nyata dengan banyaknya pemain alumni Lipeg yang mengisi skuad perwakilan Gunungkidul, baik di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) maupun Pekan Olahraga Daerah (Porda).
“Prestasi sepak bola putra maupun putri di Porda Gunungkidul sangat membanggakan. Harapannya, Lipeg ini tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga sukses mencetak prestasi bagi sekolah dan kabupaten ke depannya,” pungkas Irfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan maut di Wonosari, Gunungkidul menewaskan pengendara motor. Polisi masih memburu kendaraan misterius yang terlibat.
Wamenaker Afriansyah Noor mendorong revisi UU UAP 1930 dan aturan K3 karena dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan industri modern.
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal juara Indonesia Open 2026 setelah kalah 21-13, 18-21, 10-21 dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di final.
Bulog Jateng mempercepat penyaluran bantuan pangan, beras SPHP, dan Minyakita. Stok beras mencapai 366.846 ton hingga Juni 2026.
Timnas Indonesia U-19 menang 2-1 atas Vietnam dan memastikan status juara Grup A Piala AFF U-19 2026 lewat gol Reno dan penalti Evandra.