Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Harianjogja.com, JOGJA-Jumlah pasien kelas III di RSUD Kota Jogja naik. Sejak diberlakukannya Kartu BPJS Kesehatan awal tahun ini, pasien di rumah sakit itu terus meningkat. Hanya, jumlahnya tak terlalu signifikan dan masih dalam batas kewajaran.
"Semua masih dapat ditangani, sedangkan dari sisi rawat inap, juga ketersediaan kamar masih mencukupi," kata Direktur RSUD Kota Jogja, Tuty Setywati baru-baru ini.
Dia membenarkan, jika RSUD menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Kota Jogja untuk pasien BPJS Kesehatan. Meski demikian, saat ini jumlah lonjakan masih dalam tahap kewajaran sehingga semua pasien dapat ditangani.
"Ada tapi jumlahnya tidak meningkat drastis," ungkapnya.
Berdasarkan data dari RSUD Kota Jogja, jumlah pasien di kelas III pada Januari lalu mencapai 1.994 pasien, sedangkan jumlah pasien di periode yang sama tahun sebelumnya hanya 1.979 pasien. "Semua pasien dapat terlayani, baik yang rawat jalan ataupun rawat inap," paparnya.
Dia menjelaskan, mayoritas pasien menderita hipertensi dan diabetes militus. Hampir separuh pasien menderita keluhan darah tinggi dan gula. Rinciannya, 717 merupakan pasien penderita diabetes militus, dan 575 orang menderita hipertensi.
"Untuk yang rawat jalan, pasien hipertensi sebanyak 23 orang, sedangkan penderita diabetes militus mencapai 13 pasien," papar dia.
Kondisi berbeda terlihat untuk pasien di kelas I dan kelas III, karena jumlah pasiennya cenderung menurun. Untuk pasien kelas II, Januari tahun lalu pasiennya berjumlah 1.192 orang, namun untuk tahun ini menjadi 887 pasien.
"Kondisi ini juga terjadi untuk pasien kelas I, dari 414 pasien menjadi 219 pasien," sebut, Tuty, sapaan akrabnya.
Ditegaskannya, pihaknya berjanji siap memberikan pelayanan kepada semua pasien, baik itu peserta BPJS kesehatan atau bukan, mereka akan tetap ditangani sesuai dengan standar yang diberlakukan.
"Yang paling penting adalah langkah penanganannya. Sedang untuk pembiayaannya akan kita lihat kartu pengenalnya kalau dari Kota, maka pembiayaannya akan kami klaimkan melalui Jamkesda," papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu, 25 Juli 2026. Tersedia 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 hingga Palur.
Indonesia dan tujuh negara mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 4.200 pemukim Israel di Yerusalem Timur.
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo meminta Nanik S. Deyang tetap membantu BGN sebagai bagian dewan pengawas usai mengundurkan diri.
KPU DIY memutakhirkan data partai politik setiap semester melalui Sipol sebagai persiapan tahapan Pemilu yang dimulai pada pertengahan 2027.