Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jumlah pasien yang mengalami gangguan saluran pernafasan di Kulonprogo dan Bantul mulai meningkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Puskesmas II Pengasih, jumlah kunjungan pasien pada Sabtu (15/2/2014) mencapai 100 orang. Sementara, pada hari biasa tidak lebih dari 80 pasien.
Dokter Puskesmas II Pengasih, Lusia Dewi, mengungkapkan, keluhan pasien didominasi batuk, pilek, serta muntah. “Kemungkinan besar akibat dari debu vulkanik,” ujarnya, Senin (17/2/2014).
Tidak hanya itu, beberapa pasien juga mengeluhkan gangguan mata berair.
Sudarman, warga Kecamatan Pengasih, mengaku datang ke puskesmas untuk memeriksakan anaknya yang sejak kemarin batuk. “Terutama pada malam hari, kalau batuk sampai muntah,” tukas dia.
Ia menilai, anak-anak sulit diberitahu untuk tidak melepas masker saat berada di luar ruangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya saat menunggu bus di halte.
Pelatih kepala baru PSIM Jogja, Risto Vidakovic, mulai terlibat dalam proses pembenahan tim meski belum resmi mendampingi skuad dari pinggir lapangan. Pelatih a
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
KAI Daop 6 Yogyakarta membuka pemesanan tiket kereta keberangkatan 1 Desember 2026 melalui Access by KAI mulai 1 November.
Polri akan mendalami keluhan penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk Propam.