Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jumlah pasien yang mengalami gangguan saluran pernafasan di Kulonprogo dan Bantul mulai meningkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Puskesmas II Pengasih, jumlah kunjungan pasien pada Sabtu (15/2/2014) mencapai 100 orang. Sementara, pada hari biasa tidak lebih dari 80 pasien.
Dokter Puskesmas II Pengasih, Lusia Dewi, mengungkapkan, keluhan pasien didominasi batuk, pilek, serta muntah. “Kemungkinan besar akibat dari debu vulkanik,” ujarnya, Senin (17/2/2014).
Tidak hanya itu, beberapa pasien juga mengeluhkan gangguan mata berair.
Sudarman, warga Kecamatan Pengasih, mengaku datang ke puskesmas untuk memeriksakan anaknya yang sejak kemarin batuk. “Terutama pada malam hari, kalau batuk sampai muntah,” tukas dia.
Ia menilai, anak-anak sulit diberitahu untuk tidak melepas masker saat berada di luar ruangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.