RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
JIBI/Harian Jogja/dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Budi Martono mengakui banyak tanah di Gunungkidul yang sudah berpindah tangan kepada para pemilik modal seiring dengan menggeliatnya kunjungan wisatawan ke Gunungkidul.
Budi juga mengaku banyak yang berinvestasi di wilayah pesisir pantai selatan namun hingga kini belum ada yang terbangun sesuai dengan perjanjian.
“Banyak memang yang mengatasnamakan investor tapi tidak ada yang menetas [tidak membuahkan hasil]. Patut kita curigai dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk bisnis,” kata Budi, Kamis (20/2/2014).
Budi mengatakan, dalam waktu dekat, Pemkab Gunungkidul akan mendata kembali tanah-tanah lahan yang sudah dikuasai orang yang mengatasnamakan investor.
Selanjutnya, Pemkab akan membuat peraturan bupati untuk mengatur prinsip pemanfaatan lahan yang dibeli investor. “Kalau perlu kita buatkan Perdanya nanti,” Tandas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.