Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
JIBI/Harian Jogja/dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Budi Martono mengakui banyak tanah di Gunungkidul yang sudah berpindah tangan kepada para pemilik modal seiring dengan menggeliatnya kunjungan wisatawan ke Gunungkidul.
Budi juga mengaku banyak yang berinvestasi di wilayah pesisir pantai selatan namun hingga kini belum ada yang terbangun sesuai dengan perjanjian.
“Banyak memang yang mengatasnamakan investor tapi tidak ada yang menetas [tidak membuahkan hasil]. Patut kita curigai dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk bisnis,” kata Budi, Kamis (20/2/2014).
Budi mengatakan, dalam waktu dekat, Pemkab Gunungkidul akan mendata kembali tanah-tanah lahan yang sudah dikuasai orang yang mengatasnamakan investor.
Selanjutnya, Pemkab akan membuat peraturan bupati untuk mengatur prinsip pemanfaatan lahan yang dibeli investor. “Kalau perlu kita buatkan Perdanya nanti,” Tandas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan mengubah aturan PKWT. Masa kontrak diatur maksimal dua tahun dan dapat diperpanjang dua kali.
Rupiah ditutup menguat ke Rp17.632 per dolar AS. Pasar masih mencermati geopolitik, inflasi AS, dan peluang kenaikan suku bunga The Fed.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, menjelaskan workshop tersebut bertujuan mengubah cara pandang terhadap sampah plastik di sekitar sekolah
Pelantikan 35 kepala sekolah di Kulonprogo membuat defisit guru bertambah menjadi 778 orang karena kepsek berasal dari kalangan guru.