Kru Bus Kota Jogja Ancam Mogok Jika ada Penambahan Jalur

24 Februari 2014 10:25 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rencana penambahan jalur bus kota dan Trans Jogja yang dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY menjadi 22 jalur pada 2015 ditentang para kru bus kota di Kota Jogja. Mereka mengancam akan menggelar demo dan mogok besar-besaran.

“Kami akan lakukan demo dan mogok besar-besaran jika memang Dinas memaksakan kehendak,” kata koordinator kru bus kota Beni Wijaya, Minggu (23/2/2014).

Menurut Beni, penambahan lima jalur khusus untuk bus Trans Jogja justru akan mematikan keberadaan moda transportasi bus kota yang ada. Hal itu dikarenakan jalur yang telah dilalui bus reguler akan ditabrak dengan kebijakan penambahan jalur untuk Trans Jogja.

Dia mengungkapkan pihaknya telah melakukan kajian awal mengenai kebijakan penambahan bus dan lima jalur untuk Trans Jogja. Dari hasil kajian itu didapatkan jika beberapa jalur yang dilalui semisal jalur Gentan-Gamping, Jalan Parangtritis-Ringroad Selatan-Bantul, Gamping-Jalan Malioboro justru mematikan jalur bus kota.

“Di jalur tersebut kan sudah ada bus kota yang melintas. Jika ini dipaksakan jelas akan mematikan mereka,” tegasnya.

Selain itu, dia memandang rencana penambahan lima jalur untuk bus reguler perkotaan dari 13 jalur menjadi 18 jalur tanpa adanya subsidi dan rekayasa lalu lintas juga bakal mematikan keberadaan bus kota. Hal itu dikarenakan bus yang ada harus berspekulasi dengan mencari penumpang di jalur baru.

“Sebelumnya memang ada subsidi baik itu uang solar atau ongkos capek. Akan tetapi untuk rencana yang baru ini belum ada kejelasan. Padahal, mencari penumpang di jalur yang baru itu tidak mudah,” jelasnya.

Beni berharap Pemda DIY untuk kembali mengkaji rencan tersebut. Selain itu kru bus juga ingin dilibatkan dalam pembahasan serta pengkajiannya. “Selama ini kami jarang diajak berembug. Padahal yang tahu persis kondisi di lapangan kami,” ucap dia.