Advertisement
Tipu Warga Godean, Paranormal Gadungan Diringkus
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang paranormal gadungan ditangkap aparat Reskrim Polsek Godean, Minggu (2/3/2014) malam, setelah menipu empat warga Dusun Gentingan, Desa Sidoagung, Kecamatan Godean. Dalam aksinya, tersangka mengaku mampu mengambil perhiasan emas dari alam gaib.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, pelaku penipuan bernama Phompi Armedi, 34, warga asal Bandar Lampung. Sedangkan empat warga yang ditipu masing-masing Jumiyanto, 49, Paino, 38, Mardoko, 62, Haryanto, 28, keempat warga Gentingan, Sidoagung, Godean, dan masih bertetangga.
Advertisement
Panit Reskrim Polsek Godean Iptu Parna menjelaskan, tersangka merupakan famili dari salah satu korban. Ia tinggal di Dusun Gentingan sejak beberapa bulan lalu.
Dalam melancarkan aksinya, tersangka mengaku menjadi paranormal yang mampu mengambil perhiasan emas murni di alam gaib melalui ritualnya. Tersangka kemudian menawari keempat korban untuk mengikuti ritualnya jika ingin mendapatkan emas.
Hanya saja untuk mengikuti ritual dibutuhkan syarat seperti membeli minyak arab, kain mori, tempayan dan lainnya. Setiap korban diminta menyetor antara Rp15 juta hingga Rp22 juta. Hingga terkumpul Rp63 juta dari total keempat korban yang dibawa tersangka.
Setelah menyetor uang, para korban pun memulai ritual di salah satu rumah korban yakni di rumah Jumiyanto. Dalam sepekan, keempat korban diminta melakukan ritual sebanyak dua hingga tiga kali sebagai syarat mengambil perhiasan emas dari alam gaib.
"Mulai melakukan ritual sejak Desember 2013. Kadang bersamaan secara bergantian. Ritualnya bisa sampai tiga jam pada tengah malam hari," terang Parna saat ditemui di Mapolsek Godean, Senin (3/3/2014).
Dalam setiap ritual, di depan para korban disediakan sebuah tempayan atau gentong gerabah yang ditulisi sejumlah huruf Arab kemudian ditutup dengan kain mori berwarna putih. Tempayan yang disimpan di rumah salah satu korban itu dalam pengakuan tersangka kepada korban menjadi tempat emas yang diambil dari alam gaib.
Menurut Parna, para korban merasa tertarik karena tersangka mampu meyakinkan dengan memperlihatkan emas yang akhirnya diketahui palsu. Keinginan para korban untuk dengan segera mendapatkan emas menjadi pertimbangan mereka untuk secara rutin mengikuti ritual.
Jejak penipuan yang tengah dilakukan tersangka mulai tercium saat salah satu korban, Jumiyanto, membersihkan rumahnya. Saat membuka tempayan yang terbungkus kain mori, dia menemukan perhiasan emas.
Jumiyanto awalnya mengira perhiasan emas itu asli. Merasa penasaran, bersama korban lainnya ia membawa perhiasan emas yang diambil dari dalam tempayan itu ke toko emas untuk dicek.
Bak disambar petir, ternyata perhiasan seperti kalung, gelang, liontin itu ternyata emas palsu. Saat itulah para korban mengonfirmasi tersangka atas kecurigaan tersebut. "Mereka baru sadar saat mengetahui perhiasan emas itu palsu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement




