Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan Jalan Lingkar Kota Wates dianggap terlalu lama karena wacana tersebut sudah berembus sejak 2007 lalu.
Kalangan DPRD Kulonprogo mendesak pemerintah darah mempercepat realisasi pembangunan jalan lingkar penunjang transportasi kota itu. Dewan menilai, mendeknya proyek jalan lingkar terjadi lantaran perencanaan yang kurang matang.
Ketua DPRD Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono mengatakan, rencana utama jalur lingkar Wates adalah pembangunan jembatan layang di Triharjo-Tawangsari atau kawasan RSUD Wates. Proyek tersebut belum terealisasi, padahal penyusunannya sudah dilakukan lama.
“Selain itu, agenda pembuatan underpass Margosari menuju Polres Kulonprogo juga tidak terealisasi. Kami mendesak pemerintah segera melaksanakan rencana pembangunan jalan jalur lingkar Wates sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah [RPJMD],” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.
Ponimin menyayangkan ketiadaan penganggaran yang jelas dalam proyek jalan lingkar tersebut.
“Namun, selama ini, pemerintah selalu mendahulukan rencana pembangunan, tanpa ada rencana aksi di lapangan,” lanjut dia.
Dia merasa optimistis rencana pembanguan jalur lingkar Wates dapat mempercepat pengembangan Kota Wates menjadi pusat kota dan sentra ekonomi. Fakta itu berkaitan erat dengan hadirnya megaproyek di Kota Binangun.
“Pemerintah harus mengubah model rencana pembangunan di Wates. Jika encana pengembangan Kota Wates tidak terealisasi, Wates tetap akan menjadi kota mati. Perkembangan ekonomi lambat, begitu juga perubahan sosial berjalan lambat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta pemerintah setempat membuka lahan persawahan baru untuk mengantisipasi semakin berkurangnya lahan persawahan akibat pembangunan perumahan.
Pusat lahan baru bisa dikembangkan di Kalibawang, Samigaluh dan Girimulyo atau kecamatan yang berada di kawasan Bukit Menoreh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.