Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Harianjogja.com, JOGJA- Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kota Jogja Budi Murwanti mengatakan, pembersihan alat peraga kampanye merupakan kewenangan Dinas Ketertiban Kota Jogja.
"Kami akan mendampingi Dinas Ketertiban dan Polisi Pamong Praja saat bertugas membersihkan alat peraga kampanye pada H-1 pemungutan suara. Lingkungan tempat pemungutan suara (TPS) juga harus bersih dari peraga," katanya.
Berdasarkan pantauan dari Panwaslu Kota Jogja, sudah ada satu partai politik yang mulai membersihkan alat peraga kampanyenya. "Kami berharap, partai politik lain bisa mengikutinya," katanya.
Selama masa tenang, Panwaslu Kota Jogja juga terus mewaspadai praktik politik uang yang dimungkinkan dilakukan peserta pemilu termasuk kampanye terselubung.
"Praktik politik uang sangat mungkin terjadi selama masa tenang atau menjelang pemungutan suara. Kami akan terus antisipasi hal seperti ini," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.