PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Harianjogja.com, BANTUL–Produktivitas padi di Kabupaten Bantul turun dari semula target produksi pada 2013 sebesar 201.000 ton kini hanya menembus 197.760 ton. Penurunan produktivitas tersebut dipengaruhui faktor cuaca tidak menentu.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Yunianti mengatakan, kondisi cuaca yang kuat kemungkinan menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas padi Bantul.
“Cuacanya tidak menentu dan sulit diprediksi. Setelah hujan lebat tiba-tiba panas terik dan sebaliknya,” ujarnya disela seminar Ketahanan Pangan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Bantul, Senin (28/4/2014).
Menurut dia, kondisi cuaca yang seperti ini membuat tingkat kelembaban dan rawan serangan wereng. Pada triwulan pertama pada 2014, jumlah produksi padi Kabupaten Bantul mencapai 6.000 hingga 8.000 ton.
Adapun pada triwulan keempat nanti akan lebih mengejar produktivitas karena hujan yang intens. Ia menambahkan, untuk tahun-tahun sebelumnya produktivitas padi di Bantul justru melampaui target yakni mencapai 205.000 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
KPK menjadwalkan pemeriksaan kedua Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB dan penerimaan lainnya.
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan eco enzyme bersama komunitas Eco Enzyme Nusantara untuk mengolah kulit buah menjadi cairan fermentasi.
Disdukcapil Bantul menggencarkan layanan jemput bola perekaman KTP-el bagi penyandang disabilitas. Cakupan perekaman diperkirakan mencapai 75%–80%.
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.