Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Ilustrasi elpiji kemasan tabung kapasitas 3 kg (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul, akan memperbanyak jumlah pangkalan elpiji bersubsidi ukuran tabung tiga kilogram di daerah ini.
"Memang ada wacana memperluas pangkalan, jadi kalau sekarang ini ada sekitar 700 pangkalan, maka akan ditambah, supaya pemerataan elpiji semakin baik," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanto, Minggu (18/5/2014).
Oleh sebab itu, menurut dia, pihaknya akan melakukan inventarisasi daerah di Bantul yang masih belum memiliki pangkalan elpiji tiga kilogram, agar bisa diupayakan pangkalan untuk melayani konsumen daerah itu.
"Kemudian jika ada suatu daerah yang rasio jumlah rumah tangga (konsumen elpiji) dengan pangkalan belum seimbang itu akan ditambah, harapannya dengan tambahan ini tidak ada gejolak di masyarakat," katanya.
Sementara itu, kata dia, untuk mengantisipasi kekurangan bahan bakar bersubsidi tersebut, pihaknya sudah mengusulkan tambahan pasokan elpiji tiga kilogram per harinya sekitar 17% dari alokasi semula sekitar 19.000 tabung per hari.
"Sudah ada tambahan sekitar 12 persen, yakni dari sekitar 19.000 menjadi 21.000 tabung per hari, kebutuhan idealnya memang sekitar 24.000, namun alhamdulillah sudah ada kenaikan, tapi tetap ajukan terus karena kami mintanya 17 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
HIPMI Syariah DIY merilis riset Gen Z dan milenial untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah DIY yang lebih tepat sasaran.
Event bersponsor rokok kembali digelar di Kulonprogo setelah 12 tahun. Pesta rakyat di Alun-alun Wates libatkan UMKM, wisata, dan hiburan.
BGN menargetkan efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis 2026. Dapur MBG yang tidak memenuhi SOP akan ditutup sementara.
KPK mengungkap kode "malaikat" dan grup band dalam dugaan pembagian uang hasil pemerasan pengurusan KITAP dan KITAS di Imigrasi.
Sekda DIY menyebut surplus APBD 2025 berasal dari efisiensi dan hasil lelang, bukan karena program tidak terlaksana.