Profil Lengkap KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin, Ketum PBNU Terpilih 2026-2031
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
Harianjogja.com, SLEMAN - Rumah milik http://www.harianjogja.com/baca/2014/06/23/bom-molotov-rumah-warga-di-sleman-dilempari-bom-molotov-514908" target="_blank">Agus Supriyanto, 42, di Jalan Kabupaten, Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman dilempar molotov oleh gerombolan orang yang diduga geng motor, Senin (22/6/2014) dinihari. Tidak ada kerusakan berarti dalam insiden tersebut.
Beti yang juga pemilik rumah menceritakan kejadian pelemparan molotov dilakukan para pelaku sebanyak dua kali. Pertama sekitar pukul 00.30 WIB ada suara ledakan kecil diikuti dengan kobaran api depan rumahnya. Lemparan itu mengenai jalan aspal depan rumah yang kebetulan menjadi lokasi jual beli kayu atau mebel.
Para pelaku lanjutnya, menggunakan rombongan sepeda motor sejenis trail dan matic dengan jumlah lebih dari 10 unit dari arah selatan ke utara. Beberapa diantaranya memakai helm teropong yang menyerupai pembalap motor trail.
"Begitu dengar suara [ledakan] saya dengan bapak keluar dan masih ada apinya di aspal itu karena kebetulan letak jalan dengan pagar cukup dekat," terang Beti, Senin (22/6/2014).
Pasca pelemparan pertama, lanjut dia, ia tidak bisa tidur karena satu anaknya belum pulang ke rumah. Sembari menunggu selama lebih dari satu jam pasca kejadian pelemparan, ia duduk di ruang tamu. Beti kembali mendengar suara motor dan diikuti suara lemparan molotov yang kedua kalinya sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat ditengok dari dalam kembali tampak kobaran api. Lemparan kedua itu mengenai pagar depan rumahnya dan aspal penutup mebel. Kebalikan dari lemparan pertama, para pelaku melemparkannya dengan mengendarai motor dari arah utara ke selatan.
Saat lemparan kedia ia membangunkan suaminya dan berlari keluar untuk memadamkan api dengan air dan peralatan seadanya. Karena dikhawatirkan menjalar ke kayu mebel.
"Anak saya yang satunya ada yang di rumah, sempat akan mengejar tapi saya larang khawatir terjadi apa-apa," imbuh ibu rumah tangga ini.
Pelaku pelemparan kedua berada di paling depan rombongan. Kemudian diikuti dengan pengendara motor lainnya dengan jarak sekitar 20 meter. Diduga pelemparan pertama dan kedua dilakukan dengan pelaku yang sama.
Gerombolan itu sengaja tidak menyalakan lampu motornya hanya beberapa saja yang menggunakan lampu. Bahkan mereka membawa gir, stik serta sejumlah senjata tajam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan