Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harianjogja.com, KULONPROGO—http://www.harianjogja.com/baca/2014/06/28/11-rumah-di-kulonprogo-terkena-tanah-longsor-515998">Longsor yang terjadi di Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo akhir bulan lalu, ternyata belum sepenuhnya ditangani. Setidaknya terdapat tiga titik yang belum ditanggulangi, antara lain, jalan tebing yang berada di atas Balaidesa Jatimulyo, tiang listrik yang masih tersangkut di pohon di Pedukuhan Gunungkelir, Jatimulyo, serta bangket jalan yang curam di Pedukuhan Ngroto, Desa Purwosari.
Camat Girimulyo Purwono mengaku sudah meminta bantuan kepada PLN untuk mengatasi tiang listrik yang roboh dan masih diikat oleh warga di pohon.
“Saya sudah minta bantuan tapi masih menunggu dari perusahaan listrik negara (PLN),” ujar dia, Kamis (10/7/2014).
Sementara, untuk titik-titik yang terdampak longsor tetapi tidak terlalu besar sudah dibereskan sendiri oleh warga dengan gotong royong. Ia mengatakan, jika hujan deras kembali melanda kawasan tersebut, longsor yang lebih besar akan terjadi, mengingat tebing yang kondisinya kian tergerus. Terlebih, jelasnya, tebing di atas Balaidesa Jatimulyo, merupakan jalan alternatif kabupaten yang menghubungkan Dusun Sonya, Gunung Kelir, Sokamoyo dengan balaidesa dan Pasar Cublak.
“Sepeda motor masih bisa melintas, tapi dikhawatirkan longsor kembali terjadi saat http://www.harianjogja.com/baca/2014/06/27/hujan-deras-tiga-jam-longsor-kepung-girimulyo-515897">hujan deras,” sebutnya.
Kepala Desa Jatimulyo Anom Sucondro membenarkan, tebing di atas balaidesa yang longsor akhir bulan lalu belum dibenahi.
“Kalau hujan lagi ruangan kerja saya bisa penuh lumpur,” ungkapnya.
Sejauh ini, warga sudah bergotong royong membersihkan sisa longsor, hanya saja untuk longsor yang berat karena tidak mungkin ditangani secara manual, ia meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo untuk menangani.
“Sampai sekarang belum ada kabar soal penanganan longsor di tebing itu,” imbuh dia.
Kepala (BPBD) Kulonprogo Untung Waluyo menuturkan penanggulangan longsor diharapkan dapat dilakukan warga secara gotong royong. Dinilainya, kondisi longsor di Girimulyo belum darurat sehingga penanganannya diserahkan lebih dulu ke masyarakat. Ia menguraikan, kategori longsor yang mengakibatkan keadaan darurat antara lain, daerah menjadi terisolasi, memutuskan ekonomi penduduk, jalan tidak bisa dilewati, dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.