PEMBUNUHAN DI BANTUL : Tinggal Sendiri, Teriakan Murwati Tak Terdengar karena Hujan

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Rabu, 16 Juli 2014 07:29 WIB
PEMBUNUHAN DI BANTUL : Tinggal Sendiri, Teriakan Murwati Tak Terdengar karena Hujan

Ilustrasi kecelakaan (JIBI/Solopos/Dok.)

Harianjogja.com, BANTUL- Pelaku http://www.harianjogja.com/baca/2014/07/15/pembunuhan-di-bantul-murwati-ditemukan-tewas-bersimbah-darah-519504" target="_blank">pembunuh Murwati, 62, warga Dusun Sedayu, Desa Argosari, Sedayu Bantul Senin (14/7/2014) malam, masih misterius.

Siska, 39 salah seorang tetangga korban mengungkapkan, Murwati selama ini hidup sendiri di rumahnya karena tidak mempunyai anak sedangkan suaminya telah meninggal dunia. Menurut kabar yang beredar, sebelum Murwati tewas, diketahui ada lelaki yang datang ke rumahnya menggunakan sepeda motor matic sekitar Maghrib.

Menurut Siska, dari kabar yang beredar di kalangan tetangga, Murwati tidak hanya luka di bagian kepala, namun juga luka di bagian leher seperti luka bekas gorokan. "Katanya lehernya digorok, sampai mau putus," ungkapnya.

Saat kejadian, di Sedayu tengah hujan deras sehingga kemungkinan teriakan suara korban saat minta tolong tidak terdengar tetangga maupun salah seorang saudaranya yang rumahnya bersebelahan dengan korban. Setahu warga, korban selama ini tidak pernah ada masalah dengan warga setempat.

Ihwal adanya seseorang yang datang menggunakan motor matic dibenarkan Humas Polsek Sedayu Ipda Agus Supraja. Namun ia membantah bila korban mengalami luka gorokan.

"Setahu saya cuma luka di kepala, mungkin persepsi berbeda sehingga disebut luka di leher. Karena saat itu olah TKP malam hari dan pintu ditutup warga pasti tidak melihat," lanjut Agus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online