Advertisement
MUDIK LEBARAN 2014 : Tes Urine Pengemudi Giwangan Negatif, Satu Sopir Melarikan Diri
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Pemeriksaan urine sopir bus angkutan pada Senin (21/7), di terminal Giwangan, menemukan hasil negatif, namun, Badan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP-DIY) menyatakan tetap waspada tinggi terhadap kondisi sopir, demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Dalam kegiatan ini, dari 28 sampel urine sopir yang diperiksa dengan alat uji tes multi screen, seluruhnya dinyatakan negatif. Selain itu terdapat pula satu sopir kedapatan kabur dan menghindari pemeriksaan urine dan fisik kendaraan.
Advertisement
“Parameter yang diperiksa adalah kandungan kokain (coc), amphetamine atau ekstasi (amp), sabu (met), heroin (thc), mop, benzo (bzo). Kalau terlihat satu saja yang positif, maka tanpa harus keenamnya positif, sopir tersebut sudah terbukti melakukan penyalahgunaan obat terlarang,” ujar Alifah Kusuma, staff bidang pemberantasan BNNP DIY, pada Senin (21/7/2014).
Dijelaskan, zat lain yang terkandung dalam urine, namun dalam batas konsumsi yang berlebih, misalnya berasal dari suplemen atau minuman penambah stamina tertentu, dimasukkan dalam kategori benzo. Biasanya, benzo ditemukan dari jenis obat penenang, yang digunakan supir saat menjalankan tugas.
“Kalau mereka mengatakan bahwa zat-zat tersebut dikonsumsi atas resep dokter, dan mereka bisa menunjukkan buktinya, maka kami perbolehkan. Kalau tidak, maka pemeriksaan akan berakhir dengan kewajiban mengikuti rehabilitasi serta tidak diperbolehkan untuk mengemudi, sementara digantikan supir cadangan,” imbuh Siti Alfiah, kepala bidang pemberantasan BNNP DIY dalam kesempatan sama.
Pada gelaran pemeriksaan urine sopir saat arus mudik lebaran 2013, BNNP menemukan tiga orang sopir yang urinenya dinyatakan positif mengandung benzo. Di sisi lain, ditemukan lima bus dengan rem rusak, dua bus masa trayeknya telah mati dan satu bus dengan KIR mati.
Jadwal pemeriksaan terkait kelayakan fisik kendaraan dan fisik sopir, masih berlanjut pada 24 Juli 2014 di terminal Giwangan, 25 Juli 2014 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, di terminal Jombor. Selain itu, kewaspadaan juga dilakukan untuk temuan di terminal Wates.
"Itu area perbatasan dan juga titik lelah," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Jeddah: Jemaah Umrah Korban Bus Terbakar Pulang 31 Maret
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
- Urus SIM Akhir Pekan di Jogja, Ini Jadwal Sabtu 28 Maret 2026
Advertisement
Advertisement



