Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi. Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyalami warga satu per satu saat open house syawalan Lebaran 2019 di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (10/6/2019)/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA— Silaturahmi Idulfitri di Bangsal Kepatihan tahun ini disiapkan dengan skema baru yang memberi prioritas bagi penyandang disabilitas. Jalur khusus disediakan agar kelompok difabel dapat mengikuti prosesi dengan lebih nyaman tanpa harus berdesakan dengan antrean umum.
Acara yang digelar pada Senin (30/3/2026) ini menjadi momen kembalinya open house setelah sempat ditiadakan pada 2025. Kegiatan ini juga bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-271 DIY yang jatuh pada 13 Maret lalu.
Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Ditya Nanaryo Aji, menjelaskan alur kedatangan masyarakat akan diatur lebih ketat. Warga diminta mengenakan pakaian sopan dan tidak diperkenankan menggunakan sandal jepit selama berada di area acara di Bangsal Kepatihan, di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja.
Selain itu, pengunjung tidak diperbolehkan melakukan swafoto maupun merekam video saat bersalaman dengan pimpinan daerah. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran antrean yang diperkirakan membludak.
Sebagai gantinya, panitia telah menyiapkan tim fotografer resmi. Dokumentasi kegiatan akan dibagikan melalui tautan yang bisa diakses bebas oleh masyarakat setelah acara berlangsung.
Ditya menegaskan jalur khusus difabel akan dipisahkan dari alur umum. Skema ini diharapkan memberi ruang gerak lebih aman sekaligus mempercepat akses bagi penyandang disabilitas saat prosesi silaturahmi.
Belajar dari pengalaman sebelumnya dengan jumlah pengunjung mencapai 5.000 hingga 10.000 orang, pembatasan waktu diberlakukan. Kunjungan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan gerbang ditutup tepat pukul 12.00 WIB untuk mengendalikan antrean.
Area Bangsal Kepatihan akan difungsikan sebagai zona steril untuk prosesi jabat tangan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas, serta Paku Alam X bersama Gusti Putri.
Untuk mengurangi kepadatan, sajian kuliner ditempatkan di luar area utama. Warga dapat langsung menuju area terbuka setelah bersalaman untuk menikmati hidangan yang disediakan.
Asisten Setda DIY Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi, menyebut sekitar 70 gerobak akan dihadirkan sebagai bagian dari konsep ekonomi kerakyatan. Puluhan gerobak ini diharapkan menjadi ruang interaksi sekaligus menggerakkan pelaku usaha kecil.
Beragam menu disiapkan, mulai dari nasi kucing, gorengan, soto, aneka jenang, hingga produk UMKM kuliner lokal. Kehadiran sajian ini menjadi upaya menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lapis bawah.
Agenda silaturahmi Idulfitri ini sekaligus menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-271 DIY. Kegiatan dirancang lebih efisien dengan menggabungkan dua momentum besar dalam satu rangkaian acara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.