WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pemungutan Suara - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) DIY 2025 mencatat capaian tertinggi secara nasional dengan skor 89,79. Hasil ini menegaskan kualitas demokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang inklusif, stabil, dan konsisten terjaga.
Capaian tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, Lilik Andi Aryanto, yang menyebut tren peningkatan IDI mencerminkan penguatan praktik demokrasi yang berkelanjutan di berbagai sektor.
“Capaian ini menunjukkan demokrasi di DIY tumbuh sehat, melampaui rata-rata nasional, dan terus dijaga bersama oleh seluruh elemen,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
IDI sendiri merupakan instrumen nasional untuk mengukur kualitas demokrasi di tingkat pusat maupun daerah. Penilaian dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi, yang diturunkan dalam 22 indikator lintas dimensi politik, sosial, dan ekonomi.
Pada aspek kebebasan, DIY mencatat skor 91,57. Nilai ini mencerminkan kuatnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, seperti kebebasan berpendapat, berserikat, hingga berkeyakinan. Beberapa indikator bahkan mencapai nilai maksimal, termasuk kebebasan berkeyakinan dan jaminan dalam kebijakan publik, yang menunjukkan ruang ekspresi masyarakat tetap terbuka.
Sementara itu, aspek kesetaraan memperoleh skor 89,38. Capaian ini didukung oleh indikator kesetaraan gender serta partisipasi masyarakat dalam memengaruhi kebijakan publik yang sama-sama mencatat nilai optimal. Meski demikian, akses informasi publik dan pemerataan penguatan ekonomi masih menjadi fokus perbaikan ke depan.
Adapun aspek kapasitas lembaga demokrasi mencatat skor 88,52. Kinerja lembaga dinilai semakin solid, ditandai dengan meningkatnya transparansi anggaran, netralitas penyelenggara pemilu, serta kualitas pelayanan publik. Namun, penguatan fungsi legislatif tetap menjadi perhatian guna menjaga keseimbangan kelembagaan.
“Capaian ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ruang demokrasi yang sehat memungkinkan warga menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab. Di sisi lain, transparansi dan akuntabilitas pemerintah turut meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus mendorong partisipasi yang lebih inklusif dalam proses pembangunan,” katanya.
Kondisi demokrasi yang kuat ini juga berkontribusi pada stabilitas sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Nilai toleransi, keberagaman, dan gotong royong terus menjadi fondasi kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.