Advertisement

TAKBIR KELILING : Titik Nol Kilometer Sempat Lumpuh

Ujang Hasanudin
Senin, 28 Juli 2014 - 00:20 WIB
Jumali
 TAKBIR KELILING : Titik Nol Kilometer Sempat Lumpuh

Advertisement

 

[caption id="attachment_522509" align="alignleft" width="240"]http://images.harianjogja.com/2014/07/ujang.jpg">Salah satu penampilan dari peserta konvoi pawai takbir keliling yang melintasi kawasan Titik Nol Kilometer Jogja (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)http://images.harianjogja.com/2014/07/ujang-240x320.jpg" width="240" height="320" /> Salah satu penampilan dari peserta konvoi pawai takbir keliling yang melintasi kawasan titik Nol Kilometer Jogja (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)[/caption]

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Arus lalu lintas di sekitar titik Nol Kilometer, Jogja sempat lumpuh akibat pawai takbir keliling yang digelar oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gondomanan, Minggu (27/7/2014) malam.

Pantauan Harianjogja.com memperlihatkan ribuan peserta pawai berkeliling sejak pukul 20.00 WIB. Mereka bergerak dari Masjid Gede Kauman-Jalan Ibu Ruswo-Jalan Brigjen Katamso-Jalan Senopati-Jalan KH Ahmad Dahlan-Jalan Kauman.

Sebanyak 13 kelompok peserta pawai satu persatu menunjukkan kreasinya di simpang empat Kantor Pos Besar untuk dinilai oleh dewan juri. Alhasil arus lalu lintas kian tersendat seiring dengan banyaknya warga dan wisatawan yang ingin menyaksikan dari jarak dekat dan mengabadikannya melalui kamera ponsel. Sementara jalur kendaraan sempat ditutup sementara terutama jalur menuju Alun-alun Utara.

Lomba takbir keliling diikuti dari kelompok pengajian, remaja masjid, dan musola se-Kota Jogja. Para peserta lomba dilepas oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Muhammad Afnan Hadikusumo di Halaman Masjid Gede Kauman.

Ketua Panitia Lomba Takbir Keliling, Pramudya Utama mengatakan, acara tersebut rutin digelar setiap tahun. Mengambil tema Jogja Java Karnival, jumlah peserta dari acara ini dibatasi hanya 13 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 70-80 orang.

"Kita batasi biar tidak terlalu terpusat di kota. Biar di daerahnya masing-masing juga ada syiar Islam" ujarnya.

Sementara mengenai unsur penilaian, Pramudya mengungkapkan selain kekompakkan, dewan juri juga mempertimbangkan kreativitasan dan penggunaan lampion.

“Pemenangnya akan mendapatkan piala gubernur, piala walikota jogja, piala ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin" ucap Pramudya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement