Pengacara Diduga Dikeroyok di Kafe Semarang, Polisi Angkat Bicara
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Eko menunjukkan sejumlah koleksi kerisnya, Sabtu (9/8/2014). (Arief Wahyu/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA – Keberadaan keris tetap menjadi benda bernilai jual tinggi meski perkembangan zaman telah berubah. Bahkan keberadaannya tetap menjadi sebuah primadona yang diyakini sejumlah kalangan mampu mengantarkan kesuksesan bagi orang yang memiliki. Tidak heran apabila kalangan tertentu rela merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah demi untuk membeli keris yang dianggap memiliki tuah keberuntungan.
Eko Supriyono, pengurus Paguyuban Pemerhati Tosan Aji Mertikarta mengungkapkan, pada 2014 banyak kalangan yang berupaya membeli keris pusaka. Kalangan yang mencari benda pusaka adalah mereka yang pada pemilu legislatif lalu ikut serta mencalonkan diri menjadi anggota Dewan.
"Banyak yang datang dengan tujuan untuk membeli keris dan benda pusaka lainnya. Mereka masih mempercayai keris masih punya nilai mistis yang bisa mendatangkan keberuntungan bagi si pemilik," ujar Eko saat ditemui Harian Jogja, Sabtu (9/8/2014).
Kalangan yang berkeinginan kuat untuk memiliki keris tidak hanya para calon legislator. Sejumlah pejabat pemerintahan pun tidak sedikit yang mengincar keris untuk melanggengkan ambisi meraih jabatan lebih tinggi. Percaya tidak percaya itulah fakta yang terjadi di balik eksistensi keris sebagai benda pusaka maupun koleksi bernilai seni tinggi.
Namun bagi Eko, kegemarannya mengoleksi keris tidak lepas dari keinginan kuatnya untuk mempertahankan wujud kreasi asli Nusantara agar tidak punah ditelan perkembangan zaman. Eko menilai, bagaimana pun juga, dunia lewat UNESCO sudah mengakui keris sebagai hasil karya besar dari Indonesia. Akan sangat sia-sia jika pencapaian itu dibiarkan begitu saja tanpa coba dipertahankan eksistensinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Floyd Samba mencetak dua gol dalam debut bersama Manchester City saat The Citizens menghajar Norwich 5-0 di Piala Liga Inggris 2026/2027.
Cuaca Jogja Jumat 18 September 2026 diprakirakan cerah di seluruh wilayah DIY. Simak suhu, kelembapan, hingga daftar kecamatan.
Juventus mengawali Liga Europa 2026/2027 dengan kemenangan 5-0 atas NEC Nijmegen. Lima pemain berbeda mencetak gol, sementara Milan kalah dari Benfica.
Harga rumah kian mahal, Pemda DIY petakan kebutuhan rusun dan hunian vertikal bergaya tradisional Jawa untuk masyarakat di kawasan Kartamantul.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Terban, Kemantren Gondokusuman.