Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
JIBI/Desi Suryanto Sejumlah pekerja mengecat bagian depan dan atap Pagelaran Keraton Ngayogyakarta, Sabtu (14/12/2013). Sejumlah perawatan bangunan keraton menggunakan Dana Keistimewaan mulai dianggarkan. Di penghujung tahun 2013 pengecatan pada Pagelaran Keraton Kasultanan Yogyakarta yang merupakan wajah depan Keraton Ngayogyakarta mulai dilaksanakan.
Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan misi kebudayaan ke berbagai negara diprioritaskan untuk mengalihkan gagalnya proyek fisik yang dibiayai dana keistimewaan pada tahun ini. Misi itu di antaranya dilakukan ke Dublin (Irlandia), London (Inggris), serta Suriname.
Kepala Dinas Kebudayaan GBPH Yudhaningrat mengatakan, dalam misi kebudayaan ke Dublin dan London akan diberangkat sebanyak 27 pengrawit dan penari klasik dari Tepas Kridomardowo Kraton.
Mereka akan diberangkatkan pada 2-10 September didampingi Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Ini menyesuaikan permintaan Dublin karena di sana banyak kelompok pengrawit, tapi sulit mendapatkan pengajar,” ujarnya.
Yudha mengatakan, selama kurang lebih delapan hari itu, mereka akan menggelar workshop. Dalam pelatihan tersebut, sekaligus dilakukan peresmian hibah seperangkat alat gamalen dari Pemda DIY yang diberikan pada tahun lalu.
Sesuai dengan standar harga barang dan jasa (SHBJ), ungkap adik HB X itu, pengrawit dan penari yang diberangkatkan itu diberikan honor. “Masing-masing Rp4 juta sampai Rp7 juta per orang,” katanya.
Sedangkan di Suriname, ia mengatakan, kegiatan menindaklanjuti kerja sama kesenian yang sudah terjalin. Dalam kegiatan itu tidak hanya diberangkatkan penggiat seni, tapi juga perajin dari Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
WNI bernama Taufiq Muhammad dilaporkan tewas dalam pertempuran pertama setelah direkrut menjadi tentara Rusia di Ukraina.
Polda DIY menyatakan 34 orang yang mendapat perlindungan saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput keluarga.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan saat demonstrasi di Jogja diproses hukum dan mengingatkan massa tidak melakukan kekerasan.
DPRD Bantul meminta KDMP mengembangkan produk unggulan sesuai potensi kalurahan agar tak sekadar menjadi toko dan mampu menggerakkan ekonomi warga.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.