Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 15 September 2026 di Concat
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, serta biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
Harianjogja.com, SLEMAN - Kekeringan di perbukitan Prambanan membuat warga kekurangan air bersih. Tiga saluran air bersih yang belum keseluruhan dikonversi menggunakan listrik membuat warga butuh bantuan solar sebagai bahan bakar operasional.
Ketiga sistem saluran air di Prambanan yakni sistem I di Dusun Bleber, Desa Sumberharjo. Sistem II di Dusun Majasem, Desa Sambirejo dan Sistem III di Dusun Ngeboran, Desa Sumberharjo. Ketiga sistem ini masing-masing memiliki sumur induk sebagai sumber mata air untuk mengatasi kekurangan air bersih. Kemudian diangkat ke reservoar di berbagai titik pada perbukitan untuk disalurkan ke warga dengan dibantu gaya gravitasi.
Ketua Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) Prambanan, Mujimin menjelaskan proses konversi dari diesel ke listrik belum sepenuhnya sempurna di sistem saluran I. Saat ini baru sumur induknya yang sudah dikonversi ke listrik. Sedangkan proses distribusi di resevoar masih menggunakan diesel sehingga membutuhkan solar yang cukup banyak.
"Kalau sistem II yang di Bleber malah sudah bagus, baik sumur induk maupun reservoar semua sudah menggunakan listrik. Sehingga kebutuhan warga sudah aman," ungkapnya, Senin (18/8/2014) kemarin.
Musim kemarau membuat proses distribusi sistem saluran I pun harus ekstra. Mengingat debit air yang mulai menurun untuk diangkat menuju dua reservoar. Dalam hitungannya, saat ini butuh sekitar 90 liter per harinya untuk sistem saluran I. Saat ini pihaknya tengah dalam proses pengajuan bantuan subsidi solar sekitar 27.000 liter ke Pemkab Sleman.
"Hitungan saya untuk dua reservoar yang di sistem II butuh sekitar 90 liter per harinya," imbuh dia.
Menurut dia sistem I di Majasem itu mampu melayani sebanyak 1.942 Kepala Keluarga (KK). Antara lain di Desa Sambirejo dapat menjangkau enam dusun. Kemudian di Desa Sumberharjo dan Desa Bokoharjo masing-masing terdapat satu dusun yang dijangkau oleh sistem saluran I.
"Kami berharap yang sudah berjalan ini tidak terganggu terutama sehingga butuh bahan bakar untuk memperlancar distribusi saluran," ujarnya.
Ia menambahkan untuk sistem saluran III di Ngeboran juga masih menggunakan diesel. Akantetapi pihaknya tidak dapat mengkalkulasi kebutuhan solar di sistem ini karena proses distribusi baik terutama di reservoar belum berjalan maksimal. Bahkan seringkali tidak beroperasi. Sebanyak 800 KK di Desa Gayamharjo biasanya mengunakan air bersih melalui sistem ini. Akantetapi karena belum bisa dimaksimalkan sehingga warga banyak yang membeli air bersih.
"Di sistem ini kami masih butuh penataan sumber daya manusia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, serta biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
Madring menuai kritik setelah debut F1 GP Spanyol 2026. Oscar Puente menyebut balapan seperti Monako, tetapi lebih cepat.
MotoGP Mandalika 2026 segera digelar. Simak rekam jejak empat pemenang sebelumnya, dari Oliveira hingga Aldeguer.
Prakiraan cuaca DIY 16 September 2026 didominasi berawan. Cek suhu Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Jogja.
Kelok 23 diuji coba 14-20 September 2026. Polda DIY meminta pengendara mengutamakan keselamatan dan tidak berhenti atau parkir sembarangan.
Bedah buku berjudul Menang Sekejap Lost Forever: Fenomena Tragis Judi Online yang Menjerat 4 Juta Orang Indonesia digelar di Balai Padukuhan Kliripan