Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sejumlah stasiun pengusian bahan bakar umum (SPBU) di Gunungkidul, pada Selasa (26/8/2014) hingga pukul 15.30 WIB, telah kehabisan stok premium. Malahan, petugas membuat tulisan bahwa sejumlah bahan bakar minyak (BBM) habis.
Salah satunya, terlihat di SPBU di Jalan Baron. Meski sudah ada papan pengumuman bila bensin habis, namun tak menyurutkan niat calon pembeli untuk mengantre. Puluhan jeriken dijajar di dekat timbangan pengisian BBM.
Tak jauh beda juga terlihat di SPBU di Selang, meski petugas telah membuat papan informasi jika premium habis, namun pengecer tetap antre supaya dapat membeli BBM tersebut. Salah satunya diungkapkan Rahmanto, penjual bensin eceran asal Semanu.
Dia mengaku sudah mengetahui bila stok bensin di SPBU tersebut telah habis. Namun, dia tetap rela mengantre supaya dapat tetap
berjualan bensin.
“Saya sudah di sini sejak 2,5 jam yang lalu, tapi hingga pukul 15.30 WIB ternyata kiriman bensin juga belum datang,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun
Residivis berinisial FAPP ditangkap polisi setelah mencuri puluhan bungkus rokok senilai Rp3 juta dari warung di Dlingo, Bantul, dengan modus berpura-pura menja
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.