Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
SOLO, 24/11 - JOB MARKET FAIR. Pengunjung Job Market Fair melihat lowongan kerja dalam bursa kerja di Graha Wisata, Solo, Jateng, Selasa (24/11). Bursa kerja yang diadakan oleh Disnas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah yang berlangsung selama 2 hari tersebut menyediakan berbagai lowongan kerja dari sejumlah perusahaan dan bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran. Foto ANTARA/Hasan Sakri Ghozali/ss/nz/09
Harianjogja,com, KULONPROGO- Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kulonprogo Riyadi Sunarto mengatakan di wilayahnya masih terdapat 23,84% atau 31.454 keluarga miskin yang berkorelasi positif terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja ke luar negeri.
"Tidak mengherankan kalau Kulonprogo menjadi salah satu kabupaten yang paling besar pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, setelah Kabupaten Bantul, dan disusul Gunungkidul," kata Riyadi.
Ia mengatakan pemerintah berusaha menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan ketrampilan supaya masyarakat usia produktif mampu menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri.
Riyadi mengakui untuk meningkatkan taraf perkonomian dituntut untuk bekerja keras, tekun dan pantang menyerah. Namun berbagai kondisi tentunya juga dapat mempengaruhi usaha-usaha tersebut, diantaranya lapangan pekerjaan yang belum tersedia memadai dengan jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan dari pencari kerja yang didukung oleh ketrampilan, serta modal usaha bagi yang akan membuka usaha.
Ia mengatakan meskipun beberapa perusahaan telah beroperasi seperti pabrik rokok, wig, dan beberapa perusahaan yang sedang proses di kawasan industri Sentolo membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit, namun belum mampu mengatasi permasalahan ketenagakerjaan.
"Tidak kita pungkiri lagi minat dari sebagian saudara-saudara kita untuk bekerja di luar negeri masih relatif tinggi karena dirasa penghasilan yang akan diperolehnya cukup menjanjikan. Namun, Pemkab Kulonprogo tidak mengirim TKI menjadi pembantu rumah tangga, kalau pun ada lewat dari wilayah lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu