Advertisement
APBDP 2014 : Honor Pegawai di Bantul Terlalu Banyak, Jadi Sorotan
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Kebijakan anggaran Pemerintah Kabupaten Bantul dalam APBD Perubahan menjadi sorotan Pemerintah DIY karena terlalu banyak menganggarkan dana untuk honorarium pegawai.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) DIY, Bambang Wisnu Handoyo, saat berkunjung ke Bantul, Kamis (9/10/2014).
Advertisement
Dibanding daerah lain di DIY, penganggaran honorarium untuk pegawai di Bantul terlihat menonjol, baik dari sisi jumlah kegiatan yang mematok biaya honorarium pegawai maupun besarannya.
“Saya tidak hapal besar kenaikannya berapa,” paparnya.
Pemerintah DIY lantas meminta agar berbagai honorarium itu dipangkas atau dikurangi.
Selain itu, Pemkab Bantul juga diminta merasionalkan anggaran yang dialokasikan untuk honorarium. Apakah sebanding dengan kinerja atau kegiatan yang dilakukan atau tidak.
Selain honorarium pegawai, Pemerintah DIY juga menyoroti belanja pegawai lainnya seperti keperluan untuk rapat. “Rapat-rapat tim itu banyak sekali,” ungkap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




