Advertisement
Jalin Silaturahmi dengan Pendatang, Warga Wedomartani Gelar Festival Desa Budaya
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Guna menjalin rasa kekeluargaan antara penduduk setempat dan pendatang, warga Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman melakukan pendekatan budaya, yakni dengan mengadakan Festival Desa Budaya.
Ketua Panitia Festival Desa Budaya di Wedomartani, Sugeng Raharjo mengungkapkan semakin banyak warga pendatang di Wedomartani, terlebih setelah berdiri sebuah kampus swasta di sana.
Advertisement
"Dengan banyaknya pendatang dari luar daerah, kami tetap berusaha melestarikan budaya dan tradisi sendiri," ujar Sugeng kepada Harianjogja.com, Sabtu (11/10/2014) pagi.
Tidak hanya melestarikan, menurut Sugeng, kesenian adat dan tradisi juga perlu dikembangkan agar tidak dianggap ketinggalan zaman.
“Bahkan kalau perlu nanti kami kolaborasikan dengan kebudayaan luar yang dibawa para pendatang,” katanya.
Kesenian adat dan tradisi yang ditampilkan pada Festival Desa Budaya di Wedomartani antara lain dolanan dan tarian anak, paes manten, gejog lesung, hingga ketoprak dan wayang orang. Ada juga kesenian badui, keroncong, jathilan, dan iring-iringan gunungan.
Turut ditampilkan pula angkutan tradisional di desa tersebut berupa gerobak hingga stan yang menggelar kerajinan tangan maupun
kuliner dari warga setempat.
Dengan adanya dana keistimewaan (danais), Sugeng berharap kegiatan serupa bisa rutin diselenggarakan setiap tahun. Ke depan,
pihaknya berencana mengirimkan proposal untuk mengakses danais demi melestarikan tradisi lokal. Meski demikian, tambah Sugeng,
pihaknya tidak lantas menyerah jika tidak mendapat kucuran danais.
“Kami akan tetap mengangkat kembali kesenian yang mulai dilupakan, misalnya wayang orang. Ke depannya, kami ingin mengembangkan sanggar seni,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi Wedomartani sebagai desa berpenduduk heterogen.
“Bagaimana caranya agar keamanan dan kenyamanan bisa dijaga agar warga asli dan pendatang sama-sama bisa merasa nyaman
tinggal di sini. Walau berbeda-beda latar belakang, warga tetap bisa hidup rukun,” kata Sri Purnomo dalam sambutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




