Advertisement
Diprediksi Angin Kencang Terjadi pada Akhir Oktober-Awal November
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mewaspadai angin kencang di wilayah setempat pada musim pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke musim hujan yang akan datang.
"Musim peralihan baik dari kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya potensi bencana yang biasanya terjadi adalah angin kencang, makanya perlu diwaspadai dampaknya," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto, Kamis (23/10/2014).
Advertisement
Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, peralihan musim dari musim kemarau ke hujan tahun ini akan terjadi pada akhir Oktober sampai awal November.
"Oktober akhir sampai November nanti biasanya banyak terjadi (angin kencang), sebagai dampak bisa terjadi beberapa pohon tumbang, dan ketika pas pancaroba potensinya akan lebih besar," kata Dwi Daryanto.
Potensi angin kencang dapat terjadi di seluruh kecamatan Bantul, tetapi daerah yang perlu diwaspadai terhadap dampak angin kencang di antaranya sepanjang jalan protokol Bantul, serta pemukiman yang terdapat pohon besar.
Untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, lanjut dia pihaknya melakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemangkasan ranting pohon perindang di sejumlah titik untuk mengurangi beban jika ada angin kencang.
"Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada warga agar dapat mengurangi dampak yang diakibatkan angin kencang, serta mengimbau warga yang terdampak agar selalu menyadari ancaman bahayanya," katanya.
Ketika memasuki musim hujan, pihaknya juga mewaspadai bencana banjir akibat luapan air sungai di sejumlah wilayah pemukiman penduduk misalnya di bantaran Sungai Code wilayah Sewon dan bantaran Sungai Winongo Kasihan.
"Terkait banjir, sebenarnya di Bantul relatif aman, hanya saja ketika turun hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah utara, sungai-sungai yang mengalir ke Bantul berpotensi meluap, namun sepanjang tidak ada hujan masih aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




