Advertisement

Musim Kemarau, Jerami pun Laris Manis, Berapa Harganya?

Rabu, 29 Oktober 2014 - 03:40 WIB
Nina Atmasari
Musim Kemarau, Jerami pun Laris Manis, Berapa Harganya?

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Musim kemarau yang cukup panjang menguntungkan para pedagang jerami. Pasalnya, untuk memenuhi pakan ternak, warga terpaksa membeli jerami yang dipasok dari luar Kulonprogo.

"Sudah dua bulanan ini saya terpaksa beli damen [jerami]. Karena musim kemarau seperti ini susah cari damen," ujar Jumakir, 52, warga Dusun Soka, Desa Hargowilis, Kokap saat ditemui Harian Jogja sedang membeli jerami di kawasan Pengasih, Senin (27/10/2014).

Advertisement

Jumakir mengaku, setidaknya membutuhkan dua ikat jerami sebagai pakan tiga ekor lembu miliknya. Namun, dua ikat jerami teraebut juga masih harus dicampur dengan dedaunan segar. Dia mengatakan, hal itu untuk menjaga agar asupan makanan ternak tetap tercukupi.

"Kalau hari biasa, pakan lembu bisa saya cari sendiri. Biasanya sepulang kantor, tapi karena kemarau mau tidak mau harus beli. Cukup mahal juga menurut saya, satu ikat Rp8.000," ungkap Jumakir.

Sementara itu, Ningsih, 32, salah satu pedagang jerami mengatakan, musim kemarau justru mendatangkan rejeki. Permintaan jerami untuk pakan ternak meningkat dari hari biasanya. Dalam sehari setidaknya 100 ikat sampai 150 ikat jerami laku terjual.

Sementara untuk harga per ikat jerami, dipatok Rp8.000. Sedangkan untuk rumput Kalajana sejenis rumput gajah dipatok dengan harga Rp5.000 per ikat.

"Rumput dan jerami semakin sulit dicari. Akhirnya peternak lari ke kai untuk beli jerami. Namun, kami juga agak sulit untuk cari jerami dan rumput," ungkap Ningsih.

Lebih lanjut Ningsih mengatakan,kebanyakan rumput dan jerami yang dijual berasal dari luar Kulonprogo. Para pencari jerami biasanya harus mencari hingga areal persawahan yang berada di Sleman.

"Paling sulit itu jerami, jadi harus cari dari luar Kulonprogo. Kalau di sini kebanyakan ambil di Sleman, di sepanjang selokan Mataram," jelas Ningsih.

Hal senada juga disampaikan Tukijo, 56, pedagang pakan ternak lainnya. Dia mengatakan, jerami memang sulit ditemukan di musim kemarau. Petani banyak yang tidak menanam padi karena kesulitan air.

"Cari jerami bisa sampai Purworejo, harga jual jadi tidak sebanding. Daripada begitu, lebih baik saya tidak jual. Saya kebanyakan jual pohon jagung yang gagal panen dan rumput gajah, carinya lebih mudah di sekitar Kulonprogo," jelas Tukijo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU

Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU

News
| Minggu, 05 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 08:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement