Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Ilustrasi pupuk bersubsidi (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jelang musim tanam, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunungkidul meminta petani untuk waspada peredaran pupuk yang mirip pupuk bersubsidi. Pupuk palsu dari sisi kemasan maupun merek hampir ada kesamaan dengan pupuk bersubsidi. Namun, dari sisi kualitas, produk tersebut masih dipertanyakan.
Kepala Dinas TPH Azman Latif mengakui saat ini banyak pupuk non-bersubsidi yang beredar di pasaran.
“Hampir sama persis, kalau tidak jeli petani bisa tertipu. Apalagi, dari sisi harga juga lebih murah ketimbang pupuk bersubsidi,” kata Azman saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (4/11/2014).
Dia menjelaskan produk yang menyerupai pupuk bersubsidi antara lain Poska dan SP3.6. Produk ini hampir mirip dengan Phonska dan SP36, pupuk bersubsidi milik pemerintah. Sebab, dari sisi kemasan maupun merek hampir sama persis. Meski demikian, Azman belum bisa memastikan kualitas pupuk tersebut. Namun, jika dilihat dari bungkus, pupuk-pupuk itu memiliki izin produksi resmi.
“Kami memang belum melakukan penelitian. Namun, ada baiknya petani untuk waspada, karena kualitas barang yang dijual belum pernah diuji,” papar mantan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan itu.
Lebih jauh dikatakan Azman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi untuk masa tanam mendatang. Saat ini, stok pupuk jenis urea sebanyak 10.830 ton, Npk sebanyak 4.849 ton, Sp36 sebanyak 905 ton, Za 908 ton dan pupuk organik sebanyak 3.056 ton.
“Stok masih aman. Jadi para petani tidak perlu khawatir,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Sebanyak 13.328 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis selama tiga hari libur Maulid. Retribusi wisata mencapai Rp193,256 juta.
Presiden Prabowo menyiapkan 1.000 perwira TNI-Polri ke daerah untuk memperkuat edukasi dan pencegahan karhutla.
Garebeg Mulud Be 1960/2026 di Kraton Jogja digelar sederhana tanpa gunungan dan iring-iringan prajurit. Tradisi tetap dipertahankan.
BPBD mencatat 336 karhutla membakar 428,46 hektare lahan di Palangka Raya pada 1 Juni-24 Agustus 2026.
Job fair khusus disabilitas digelar di BLK Wates, Kulonprogo, 27 Agustus 2026. Sebanyak 10 perusahaan membuka 161 posisi pekerjaan.