Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Petugas mengemas teh Suroloyo beragam ukuran belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komoditas teh lokal Kulonprogo merek Suroloyo siap masuk pasar dan bersaing di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Harga yang lebih murah menjadi nilai lebih, sekaligus mengangkat produk lokal sesuai dengan slogan Bela Beli Kulonprogo.
Saat ini teh Suroloyo dengan varian teh wangi baru dipasarkan di area lokal karena masih menunggu sertifikat dari Kementerian Hukum dan HAM, sedangkan merek dan produk sudah mengantongi sertifikat pangan industri rumah tangga (PIRT). Kepala Kelompok Usaha Bersama (Kube) Menoreh Jaya Kecamatan Samigaluh Murtiyono menuturkan petani teh di Samigaluh bekerja sama dengan PT Pagilaran dalam pembudidayaan teh di Suroloyo. PT Pagilaran, kata Murtiyono, membeli teh yang dipanen oleh petani seharga Rp1.000 per kilogram (kg).
"Kondisi para petani teh sekarang lebih baik, karena sudah ada standardisasi harga, sebelum dibeli PT Pagilaran, harga teh jatuh karena tidak lebih dari Rp1.000 per kg, tidak hanya itu petani teh juga mendapat insentif dari pemerintah sebesar Rp250 per kilogram," jelasnya belum lama ini.
Setelah teh dikeringkan di PT Pagilaran, petani mengambil sekitar 10 kuintal per bulan untuk dikemas dan dipasarkan dengan merek Suroloyo. Dari 10 kuintal teh kering, para petani mengemas ke dalam ukuran 45 gram dan 90 gram.
"Untuk harga teh kemasan 45 gram sekitar Rp1.500 sampai Rp2.000 per bungkus, sedangkan kemasan 90 gram dijual Rp3.500 per bungkus, harga tersebut di bawah harga pasar yang rata-rata sudah mencapai Rp4.500 per 90 gram," jabar Murtiyono.
Diuraikannya, mengingat belum genap setahun berjalan, pembukuan mengenai omzet penjualan masih dalam proses.
Sukohadi, 50, salah satu petani teh, menyebutkan produksi teh Suroloyo sekitar lima sampai enam ton per hektare setiap bulan.
"Dalam satu minggu dapat petik hingga empat kali dan keseluruhan teh yang disetor ke PT Pagilaran mencapai satu ton per hari," tuturnya.
Ia mengaku memiliki 2.000 meter persegi lahan teh, sementara luas lahan teh secara keseluruhan di Samigaluh mencapai 58 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.
New York melarang AI generatif bagi siswa kelas 2-K hingga kelas 8. Ini dampak penggunaan AI terhadap kognitif dan sosial anak.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.