MPI DIY Ajak Mahasiswa Jadi Pengawal Demokrasi dan Persatuan
MPI DIY mengajak mahasiswa mengawal kebijakan pemerintah melalui kritik konstruktif, dialog, dan komitmen menjaga demokrasi serta persatuan.
BI/hal Cap foto Eds 071114 wd File:4Pertamina sidak 5 Bisnis/Wahyu Darmawan SIDAK SPBU Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya (kanan) berdialog dengan konsumen saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah SPBU, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (06/11). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM aman, serta memantau respons masyarakat apabila harga BBM jadi dinaikkan oleh pemerintah.
Harianjogja.com, SLEMAN-Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (11/11/2014) siang. Selain melakukan orasi di tengah jalan mahasiswa juga menyandera sebuah mobil box yang tengah melintas.
Mahasiswa dari berbagai kampus di Jogja itu menamakan diri Sekolah Bersama (Sekber). Seperti pada demonstrasi sebelumnya, mereka berangkat dari kampus sisi timur UIN Sunan Kalijaga. Dengan membawa berbagai poster penolakan kenaikan harga BBM, mereka kemudian berjalan menuju ke pertigaan Jalan Laksda Adisutjipto di sebelah utara kampus. Mahasiswa melakukan orasi secara bergantian dengan perwakilan lebih dari lima orang. Dua diantara adalah mahasiswi turut serta menjadi penyumbang orasi yang cukup menyedot perhatian.
Setelah melakukan orasi sekitar 90 menit, sejumlah mahasiswa menghentikan mobil box H 1968 KF yang tengah melintas dan membakar ban bekas di tengah jalan. Dua mahasiswa diantaranya naik ke atas box kemudian melakukan orasi di atasnya selama sekitar 15 menit. Mereka menyandera mobil itu sebagai simbol bahwa mobil angkutan barang tertutup itu akan turut serta merasakan dampaknya ketika terjadi kenaikan BBM. Puas melakukan orasi, mahasiswa kemudian melepaskan mobil tersebut untuk melanjutkan perjalanan.
Humas Sekber, Andi Okto di sela-sela aksi menegaskan rencana pemerintah Jokowi-JK menaikan harga BBM hingga Rp9.500 per liternya dinilai sangat merugikan rakyat dan menambah angka kemiskinan di Indonesia.
"Alasan menaikkan BBM dengan memangkas subsidi BBM karena dinilai membebani APBN, ini tidak masuk akal. Kenaikan ini justru menunjukkan upaya pemerintah meliberalisasi sektor migas," kata dia.
Selama melakukan aksi hampir sekitar dua jam berlangsung aman dan dalam penjagaan petugas kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Depok Barat AKP Luthfi. Sempat terjadi penumpukan arus lalulintas terutama dari arah timur dan barat karena akses jalan sebagian ditempati para massa aksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MPI DIY mengajak mahasiswa mengawal kebijakan pemerintah melalui kritik konstruktif, dialog, dan komitmen menjaga demokrasi serta persatuan.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.
Giorgio Chiellini pernah mengkritik Mario Balotelli dan Felipe Melo dalam autobiografinya. Pernyataannya memicu kontroversi hingga berujung permintaan maaf.
Adele dikabarkan menyiapkan album kelima berjudul sementara 39 untuk 2027. Album ini disebut menghadirkan warna musik baru tanpa meninggalkan balada khasnya.
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyebut pelaku usaha saat ini masih menahan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini dip