Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Beberapa peserta Pelatihan Keterampilan bagi Korban KDRT dan Human Trafficking mengikuti pelatihan memasak di Gedung Pertemuan BPMPDPKB Kulonprogo, Kamis (13/11/2014). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kasus kekerasan dalam rumah tangga dan human trafficking sebagian besar terjadi karena dipicu persoalan ekonomi. Memberikan ruang berkarya bagi para korban, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga (BPMPDPKB) Kulonprogo gelar pelatihan keterampilan usaha.
Sekretaris BPMPDPKB Kulonprogo Sigit Wisnutomo mengungkapkan, program yang digelar bertujuan memberikan kesempatan bagi para korban untuk dapat meningkatkan kualitas diri. Selama tahun ini, jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga mencapai 20 kasus hingga Oktober 2014.
"Kami bekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan. Antara lain memasak dan kerajinan. Agar di kemudian hari mereka bisa meningkatkan penghasilan keluarga," ujar Sigit di sela-sela acara Pelatihan Keterampilan Bagi Korban KDRT dan Human Trafficking di gedung pertemuan BPMPDPKB Kulonprogo, Kamis (13/11/2014).
Menurut Sigit, korban kekerasan dan tenaga kerja Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia adalah insan pembangunan. Persoalan hidup yang dialami semestinya juga tidak menjadikan mereka sebagai bagian dari kaum marjinal.
Dia menegaskan, untuk membantu para korban tersebut salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni dengan peningkatan kemampuan atau skill mereka.
Sigit menambahkan, korban-korban tersebut mengalami berbagai macam bentuk kekerasan. Tidak hanya kekerasan fisik dan psikologis saja. Akan tetapi, juga mengalami kekerasan sosial dan kekerasan ekonomi.
"Contoh kasusnya, suami pergi, tidak dinafkahi, itu sudah termasuk kekerasan ekonomi. Maka dari itu, kami upayakan pelatihan keterampilan tersebut untuk membantu mereka bangkit untuk menyejahterakan keluarganya," kata Sigit.
Jumirahayu, salah satu peserta pelatihan mengaku, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya, maupun para korban KDRT. Warga Dusun Kalangan, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah juga tidak menampik, ekonomi keluarga juga menjadi faktor utama dari banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Melalui pelatihan tersebut, lanjut dia, manfaat yang dapat diperoleh para korban adalah pengalaman berharga, yakni untuk memberikan tambahan pemasukan penghasilan dalam rumah tangga.
"Manfaatnya banyak, bahkan tidak jarang dari para korban yang terus berusaha mendapatkan pekerjaan agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada suami," papar Ketua Komunitas Korban KDRT Seroja itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.
Ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.