Advertisement
Talut di Perumahan YAP Ambrol, Empat Rumah Terancam Longsor
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Talut setinggi 10 meter dan lebar 20 meter di Perumahan YAP, Dusun Jumeneng Kidul, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman ambrol pada Selasa (25/11/2014) sore. Akibatnya, empat rumah dinyatakan rawan longsor dan warga yang tinggal harus waspada.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, talut yang runtuh tersebut berbatasan langsung dengan Sungai Kontheng. Saat kejadian, kondisi di Jumeneng Kidul tidak sedang turun hujan. Namun, permukaan air sungai meninggi hingga kedalamannya mencapai sekitar satu meter.
Advertisement
Warga setempat memperkirakan talut ambrol sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, mereka tidak langsung menyadarinya. Ketika ada orang yang hendak memancing, dia kaget dan segera memberi tahu warga Perumahan YAP. Warga pun kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Desa Sumberadi, diteruskan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten.
“Saya sempat mendengar suara kretek-kretek seperti pohon tumbang,” kata Bambang Setyo Budi, warga Perumahan YAP, saat menunjukkan lokasi talut yang longsor di belakang rumahnya, Rabu (26/11/2014).
Warga Perumahan YAP kemudian gotong royong untuk menutup talut dengan terpal. Mereka juga akan membuat tanggul sementara di sekitar tepi sungai dengan karung berisi pasir.
“Kami dapat bantuan 500 karung dan enam terpal, tapi pasirnya swadaya warga,” ujar Bambang.
Warga lainnya, Apriyadi, langsung merencanakan pindah dari rumah yang dia kontrak seharga Rp4 juta per tahun itu. Sebab, bagian belakang rumah yang ditinggali Apriyadi sudah ikut longsor.
“Bagian belakang yang biasanya untuk salat dan kamar tidur, sementara ini dikosongkan dulu,” kata pria berusia 36 tahun tersebut.
Apriyadi mengaku mengikuti imbauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman agar bagian rumah yang jaraknya empat meter dari titik longsor tidak ditinggali.
“Rasanya tidak tenang. Pascakejadian, saya dan keluarga langsung tidur di ruang tamu,” ucapnya.
Terpisah, Kepala BPBD Sleman, Julisetiono Dwi Wasito mengungkapkan, terdapat empat kepala keluarga yang rumahnya terancam longsor. Selain rumah milik Bambang Setyo Budi dan Apriyadi, rumah yang ditinggali Sutrisno dan Bambang Guwarso juga terancam.
“Sementara ini kami bantu terpal untuk menutup talut. Ini antisipasi agar tanahnya tidak semakin tergerus air,” kata Juli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement





