Advertisement
Direktur PD BPR Bank Pasar Kulonprogo Dilantik, Kontribusi Ditunggu
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Pasar di bawah kepemimpinan baru, diharapkan dapat meningkatkan kontribusi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerimaan PAD tahun depan dari bank milik daerah ini ditargetkan dapat mencapai Rp8,4 miliar.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo usai melantik Joko Purnomo sebagai Direktur PD BPR Bank Pasar periode 2014-2018 menegaskan, kontribusi PAD dari sektor perbankan ini dapat ditingkatkan.
Advertisement
Dia mengatakan, perbankan daerah itu bukan hanya instrumen dari pemerintah daerah (pemda) dalam memberi layanan publik yang bersifat kepedulian sosial.
“Selain itu sebagai instrumen pemda dalam rangka meningkatkan PAD. Kegiatan operasional Bank Pasar jangan hanya membesarkan kapitalis di luar Kulonprogo, tetapi juga harus berkontribusi untuk kabupaten ini,” ujar Hasto di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Rabu (26/11/2014).
Hasto mengungkapkan, sebagai upaya meningkatkan PAD, paling tidak tugas yang diemban direktur baru mencakup dua hal. PD BPR Bank Pasar diharapkan dapat melakukan efisiensi biaya operasional.
Langkah selanjutnya, yakni dengan mengurangi utang ke bank lain. Pasalnya, selama ini jumlah utang BPR tersebut ke bank lain mencapai lebih dari 30%.
Lebih lanjut dia mengatakan, meski perputaran uang tidak terlalu besar, namun jangan sampai keuntungan yang dicapai tidak sebanding. Hasto menambahkan, langkah yang tepat yang dapat dilakukan yakni, mengurangi pinjaman ke bank lain dan meningkatkan jumlah nasabah.
“Untuk meningkatkan PAD, paling tidak dua hal itu yang dapat dilakukan. Maka secara otomatis keuntungan yang diperoleh juga akan lebih baik,” jelas Hasto.
Asisten Setda Kulonprogo Bidang Administrasi Umum Djoko Kus Hermanto menambahkan, realisasi PAD yang diperoleh PD BPR Bank Pasar hingga Oktober 2014 mencapai Rp6,5 miliar.
Sementara target penerimaan PAD pada tahun ini ditargetkan dapat mencapai Rp7,1 miliar. Dia mengatakan, masih ada waktu dua bulan untuk mencapai sisa target pendapatan PAD.
“Diharapkan target tersebut dapat dipenuhi. Tahun 2015 mendatang, target kami tingkatkan menjadi Rp8,4 miliar,” imbuh Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




