Advertisement
PERCERAIAN PNS : Pendidikan Pra-Nikah, Upaya Tekan Angka Perceraian
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Guna menekan angka perceraian di Gunungkidul, utamanya di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) diperlukan pendidikan pra-pernikahan.
Kepala Kementerian Agama Gunungkidul Nur Abadi mengatakan dari tahun ke tahun, kondisi kian memprihatinkan sehingga harus endapatkan
perhatian semua pihak.
Advertisement
“Malahan saat ini, angka perceraian di Gunungkidul merupakan yang tertinggi di wilayah DIY. Paling banyak penyebab perceraian dikarenakan hubungan yang kurang harmonis dan permasalahan ekonomi,” kata Nur Abadi saat ditemui di sela-sela kegiatan Gerbang Marhamah 2 di Bangsal Sewokoprojo, Selasa (10/12/2014).
Dia mengaku belum bisa memperlihatkan data secara pasti tentang perceraian. Namun, dari total perceraian di DIY sekitar 6.000 kasus, angka pereceraian di Gunungkidul mencapai 1.000 kasus lebih. Dia menegaskan semua agama memperbolehkan untuk melakukan perceraian. Namun, lebih baik jika langkah itu dihindari. Cara untuk menghindarinya dengan melakukan kegiatan pendidikan sebelum pasangan untuk menikah.
“Pelatihan yang diberikan bisa dilakukan dalam beberapa kali pertemuan. Isi materi yang diberikan tentang seluk beluk dalam kehidupan berkeluarga,” papar Nur Abadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




