Advertisement

Berangkat Transmigrasi ke Sulawesi & Sumatra, Warga Kulonprogo Bawa Bibit

Holy Kartika Nurwigati
Jum'at, 12 Desember 2014 - 23:40 WIB
Nina Atmasari
Berangkat Transmigrasi ke Sulawesi & Sumatra, Warga Kulonprogo Bawa Bibit

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO–Sepuluh kepala keluarga transmigran asal Kulonprogo siap diberangkatkan ke sejumlah daerah di Sulawesi  dan Sumatra. Para transmigran yang akan berangkat diimbau untuk membawa bibit dari Jawa.

Kesepuluh kepala keluarga tersebut akan diberangkatkan secara bertahap dari Jogja pada 13 Desember dan 15 Desember menggunakan angkutan laut.

Advertisement

Tujuan mereka adalah Desa Padalere di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dan Desa Gajah mati di Kecamatan Sungai Menang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan.

Saat melepas para calon transmigran, Rabu (10/12/2014), Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengharapkan, agar para transmigran dapat mengelola lahan yang diberikan sebagai usaha tani.

“Daerah penempatan ini [daerah OKI] cukup menarik, karena jarak tempuh dari tempat transmigrasi ke kota tidak jauh,” ujar Hasto.

Hasto juga mengimbau kepada semua calon transmigran agar membawa serta bibit tanaman dari daerah asal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan mencari bibit di daerah transmigrasi yang dituju.

“Selain membawa bibit tanaman dari sini, paling tidak juga membawa pupuk. Agar saat sampai di sana tidak perlu lagi terkendala persoalan demikian,” imbuh Hasto usai menyerahkan bantuan Rp5 juta sebagai modal untuk membeli bibit atau pupuk.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo Eko Pranyoto menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tetap akan mendampingi dan memantau aktivitas para transmigran di daerah tujuan.

Hal itu dilakukan melalui kordinasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di mana setiap kabupaten akan bergiliran meninjau lokasi transmigrasi.

“Kami juga terus memantau dan mencoba mendengarkan  keluh kesah para transmigran. Karena biasanya pada tahap awal, mereka akan menemui masalah,” jelas Eko.

Eko mengimbau kepada para transmigran agar lahan yang diberikan dapat dikelola dengan baik. Dia mengungkapkan, akan lebih baik apabila lahan tersebut ditanami dengan tanaman keras seperti kelapa sawit, karet, pala, kakao, atau cengkih. “Tanaman tersebut ditanam selama lima tahun bisa langsung dipetik hasilnya,” imbuh Eko.

Juwari, calon transmigran asal Desa Srikayangan, Sentolo mengaku tertarik untuk melakukan transmigrasi. Alasannya, adalah agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Selama ini, dia mengaku hanya bekerja sebagai petani namun masih serabutan.

“Karena kalau tidak punya lahan, tidak bisa menggarap. Di sana nanti, lahan utama akan saya tanami karet dan kelapa sawit. Sisanya akan saya tanam sayur-sayuran,” ungkap Juwari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement