Advertisement
Rieke Puji Perkembangan Gunungkidul
Advertisement
Rieke Diah Pitaloka, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memuji perkembangan yang terjadi di Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Anggota Komisi IX DPR RI Rieke Diah Pitaloka menilai Kabupaten Gunungkidul bukan lagi termasuk daerah yang tertinggal. Dia pun tak segan-segan memberikan pujian, terutama keberhasilan dalam mengelola sektor pariwisata
Advertisement
“Harusnya saya bisa datang tepat waktu. Tapi, berhubung banyak orang yang akan berwisata maka jalur ke sini menjadi padat, sehingga saya terlambat,” kata Rieke saat melakukan audiensi dengan Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap di Ruang Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul, Jumat (26/12/2014) malam.
Dia berkata, Gunungkidul saat ini telah berkembang pesat. Stigma sebagai daerah yang tandus dan kering perahan-lahan bisa ditinggalkan. Meski demikian, masih banyak catatan yang harus dibenahi, terutama untuk menyejahterakan rakyat.
“Harus saling bersinergi dan saling menguatkan. Artinya, saat masyarakatnya kuat maka wilayahnya juga akan ikut kuat,” ungkapnya.
Rieke mengakui, kunjungannya ke Gunungkidul merupakan agenda dadakan. Sebab, tujuan semula hanya melakukan audiensi di Kulonprogo dan Bantul.
“Tidak masalah, kerja saya tidak seperti anggota DPRD. Meski ini juga bukan daerah pemilihan saya, namun sebagai anggota DPR sudah seharusnya untuk ikut memperjuangkan,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Kunjungan ini, kata Rieke, memberikan banyak manfaat, terutama untuk melihat bagaimana kondisi riil tenaga lepas atau pekerja kontrak di daerah. Dia pun berjanji untuk berusaha memperjuangkan nasib guru tenaga honorer dan pekerja tidak tetap untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.
“Adanya moratorium memang untuk efisiensi anggaran. Tapi, jangan salah, penerapannya juga harus melihat situsasi dan kondisi di daerah,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement




