HARGA KEBUTUHAN POKOK : Disperindagkop Prediksi Harga Sembako Stabil Sebulan Ke Depan

Ilustrasi pedagang sembako
05 Januari 2015 09:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harga kebutuhan pokok, menyusul penurunan harga BBM bersubsidi, diprediksi harga kebutuhan baru turun mulai bulan depan,

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Jogja memprediksi harga bahan pokok di pasaran akan kembali stabil dalam kurun sebulan ke depan. Harga sembako dan sayuran di pasaran saat ini masih tinggi meski harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menurun.

Dari pantauan Harianjogja.com di Pasar Kranggan misalnya, harga beras paling rendah masih di harga Rp9.400 per kilogram. Sementara harga beras kualitas bagus Rp10.600 per kilogram. Gula pasir Rp9.500, gula merah Rp12.000, minyak goreng Rp11.000, dan telur ayam Rp20.000.

"Harga ini belum banyak berubah sejak akhir November yang lalu," kata penjaga toko sembako Arjuna, Awaludin saat ditemui di Pasar Kranggan, Mingggu (4/1/2015).

Selain bahan pokok, harga sayuran dan bumbu dapur pun masih terbilang tinggi. Harga cabai rawit merah masih Rp80.000, cabai merah Rp70.000, cabai hijau Rp25.000, bawang merah Rp13.000, bawang putih Rp15.000, tomat Rp10.000, wortel Rp6.000, dan kacang Rp7.000

Yanti, salah seorang pedagang sayuran mengaku untuk pasokan sayuran saat ini masih lancar meski harga masih tinggi. "Untuk pasokan sayur tidak ada kendala," kata dia.

Ketua Paguyuban Pasar Bringharjo Tengah Subaniat juga mengakui harga sembako dan sayuran masih tetap sejak sebulan lalu. Ia menduga masih tingginya harga sembako karena belum musim panen di beberapa daerah. Beras di pasar tradisional Bringharjo selama ini dipasok dari Bantul dan Klaten, sementara sayuran dipasok dari Magelang dan Wonosobo.

Kepala Disperindagkop Kota Jogja Suyana memperkirakan harga bahan pokok akan mengalami penurunan 1-2 bulan ke depan seiring dengan masa panen yang serentak.

"Februari musim panen, jadi prediksi harga akan stabil," kata dia saat dihubungi, Minggu (4/1/2015)

Meski harga sembako saat ini tinggi, Disperindagkop belum ada rencana menggelar operasi pasar pada Januari ini. Suyana mengaku akhir Desember lalu sudah dilaksanakan penjualan raskin atau beras murah di masing-masing kecamatan di Kota Jogja secara serentak untuk membantu warga miskin.

"Dari 22 Ton raskin terjual 19 Ton di 14 kecamatan," tandas Suyana.