MUSIBAH AIRASIA : Ahli Forensik Gigi UGM Bantu Identifikasi Korban Air Asia

Pakar odontologi forensik dari FKG UGM, Sudibyo (JIBI/Harian Jogja - Humas UGM)
06 Januari 2015 11:40 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

Musibah AirAsia, UGM mengirimkan dua pakar odontologi forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) untuk membantu identifikasi penumpang QZ8501.

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirim dua orang pakar odontologi forensik, Sudibyo dan Ahmad Syaify untuk membantu Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengidentifikasi jenazah penumpang Air Asia QZ8501.

Dari kedua orang pakar odontologi forensik dari FKG UGM ini, Sudibyo sudah terlibat langsung dalam tim DVI Polda Jatim. Sudibyo juga membantu mengidentifikasi jenazah penumpang musibah Air Asia sejak jumat (2/1/2015). Korban yang berhasil diidentifikasi langsung oleh Sudibyo adalah penumpang Air Asia QZ8501, Hayati Lutfiah Hamid, .

Menurut Sudibyo, tidak mudah mengidentifikasi jenazah penumpang Air Asia. Umumnya korban sulit dikenali karena mengalami benturan dan terendam air laut.

“Sekarang tim DVI memasuki tahapan post morten identification, disana berkumpul ahli-ahli forensik, ahli DNA, dan ahli odontologi forensik,” kata Sudibyo usai bertemu dengan Rektor UGM, Dwikorita Karnawati, Senin (5/1/2015).

Pria yang pernah ditunjuk sebagai Ketua Tim Odontologi Forensik RS Sardjito Yogyakarta saat mengidentifikasi jenazah penumpang pesawat Garuda GA 200 yang terbakar pada tahun 2007 silam ini menuturkan untuk mengidentifikasi korban penumpang pesawat Air Asia yang jatuh di selat Karimata membutuhkan dua syarat, yakni data primer berupa DNA, sidik jari dan gigi korban. Selanjutnya data sekunder berupa dokumen penting yang mendukung proses identifikasi korban.