SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Ilustrasi bus angkutan umum (JIBI/Dok)
Harga BBM turun, namun awak angkutan umum kesulitan jika harus menyesuaikan tarif angkutan dengan harga BBM
Harianjogja.com, BANTUL- Selisih harga kenaikan BBM dengan penurunan harga baru BBM yang tidak seberapa menjadi alasan awak angkutan di Bantul untuk tidak mengubah tarif.
"Harga solar dari Rp7.500 sekarang menjadi Rp7.250. Tarifnya mau turun berapa. Kami nggak mau dipusingkan yang jelas pelayanan kami terhadap penumpang lebih baik," kata seorang kondektur bus Jalur Jogja Parangtritis, Rabu (7/1/2015).
Saat ini para pengguna jasa angkutan umum untuk jurusan Jogja-Srandakan atau sebaliknya dikenakan tarif umum Rp7.000 atau dibawah harga solar satu liternya Rp7.250.
Sementara itu, terpantau untuk jasa layanan ojek tidak kesulitan menyikapi turunnya harga BBM jenis premium. Harga premium dari semula Rp8.500 menjadi Rp7.600 per liter disambut suka cita.
"Kalau ojek itu pelayanannya lebih mudah. Tarifnya juga kekeluargaan. Asal bisa untuk membeli bensin lagi langsung kita layani," ujar Wahyudi di pangkalan ojek pasar Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Kylian Mbappe kecewa gagal menghadiahkan kemenangan untuk Didier Deschamps. Meski kalah dari Inggris, ia memecahkan sejumlah rekor di Piala Dunia 2026.
Seorang peserta Festival Memet Ikan di Klaten meninggal dunia saat mengikuti acara. Polisi menduga korban mengalami serangan jantung setelah kelelahan.
Petani di Sragen meninggal usai diduga terkena peluru nyasar senapan angin saat bekerja di sawah. Polisi menetapkan tetangga korban sebagai tersangka.
Bukayo Saka mencetak hattrick saat Inggris mengalahkan Prancis dan menjadi pemain keempat Inggris yang menorehkan prestasi tersebut di Piala Dunia.
Guyon Waton menghibur ribuan penonton di konser Sukoharjo Spektakuler dalam rangka Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo.