Advertisement
DAMPAK KASUS BAMBANG TEDY : Warga Balecatur Ingin Kepala Desanya Dinonaktifkan, Mengapa?
Advertisement
Dampak kasus Bambang Tedy dirasakan sang istri, Serbat Harjanti yang juga Kepala Desa Balecatur. Terkait kasus tersebut, Warga Balecatur ingin kepala desanya dinonaktifkan.
Harianjogja.com, SLEMAN-Warga Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman
menonaktifkan Sebrat Harjanti dari jabatan Kepala Desa Balecatur. Puluhan perwakilan warga kemudian menyampaikan aspirasinya kepada
anggota Dewan di ruang Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Kamis (8/1/2015).
Advertisement
Tri Sugianto, perwakilan warga Balecatur mengungkapkan, warga merasa tidak nyaman dipimpin Sebrat yang terjerat kasus penipuan bersama
sang suami. Sebab, status tahanan kota membuat Sebrat masih bisa menjalankan tugas pemerintahan sebagai kepala desa.
“Karena tidak ditahan, ini meresahkan warga. Dia juga menggalang dukungan dukuh agar dia tidak dinonaktifkan,” kata Tri.
“Saat sidang juga dia mengerahkan massa agar menggeruduk Pengadilan Negeri sehingga pihak pelapor jadi merasa ketakutan,” imbuh Tri.
Tri menambahkan, pihaknya meminta Komisi A mencari solusi bagi permasalahan ini. Dia juga berharap Dewan bisa mendesak Bupati Sleman
untuk menonaktifkan Sebrat sebagai Kepala Desa Balecatur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




