PENATAAN GUNUNGKIDUL : Manfaatkan Dana MP3KI, 5 Pantai di Saptosari Dibenahi

Suasana di Pantai Nguyahan, Jumat (9/1/2015). Dengan menggunakan dana dari program pengentasan kemiskinan, Kecamatan Saptosari bersolek untuk mempercantik kawasan wisata di sana. (JIBI/Harian Jogja - David Kurniawan)
10 Januari 2015 16:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Penataan Gunungkidul yang didana MP3KI sebesar Rp5,8 miliar, pada tahap awal difokuskan di lima pantai yang terletak di Saptosari.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo menyampaikan penataan kawasan pariwisata di Saptosari menggunakan anggaran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Dalam progam tersebut, Kecamatan Saptosari mendapatkan bantuan Rp5,8 miliar.

“Dana tersebut salah satunya digunakan untuk penataan di Pantai Nguyahan sebesar Rp920 juta. Sisanya, ada yang digunakan untuk membuat Taman Saptosari dan penataan di Pantai Ngedan,” kata Jarot, Jumat (9/1/2015).

Menurut dia, penataan kawasan pantai di Saptosari tidak mendapatkan tantangan dari pedagang maupun warga masyarakat sekitar. Malahan, mereka mendukung rencana tersebut, karena dapat menggerakan pariwisata menjadi lebih baik lagi.

Mantan Sekretaris Camat Purwosari itu menambahkan, potensi pantai di Saptosari ada 15 lokasi. Namun, untuk saat ini baru lima pantai yang digarap, yakni Ngrenehan, Ngobaran, Nguyahan, Ngedan dan Butuh.

“Seiring perkembangan JJLS [Jalur Jalan Lintas Selatan], masing-masing pantai akan kami kembangkan secara bertahap,” ungkap dia.

Program MP3KI di Kecamatan Saptosari yang dijalankan dengan berdasar pada pengembangan potensi pariwisata ini mendapatkan pujian dari Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi. Menurut dia, program tersebut sejalan dengan program dari pemkab.

“Mereka sangat jeli, dan saya percaya bila pariwisata di Saptosari akan maju pesat,” kata Immawan.

kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Nguyahan, Sukiman membenarkan adanya penataan di kawasan tersebut. Rencananya, tahun ini seluruh lapak yang berada di pinggir pantai akan digusur. Sebagai kompensasi pedagang akan diberikan kios yang sedang dibangun.

“Kami tidak keberatan dengan rencana itu. Malahan kami senang, karena kawasan di sini akan lebih rapi lagi,” kata
dia.

Lebih jauh, kata Sukiman, anggota kelompok sadar wisata yang terdiri dari sejumlah pedagang sepakat untuk menggelar pertemuan setiap bulan sekali. Tujuannya, untuk membahas segala permasalahan dan perkembangan di Pantai Nguyahan.

Dari pertemuan itu juga disepakati agar terus menjaga kebersihan pantai. Malahan, untuk memastikan kondisi pantai benar-benar bersih, salah seorang anggota ditugaskan sebagai pengawas serta penanggung jawab kebersihan.

“Dia juga yang bertugas untuk membersihkan pantai. Untuk itu, kami memberikan kompensasi Rp150.000. Dari hasil kesepakatan bersama, pedangang ditarik iuran Rp5.000 tiap pekan,” papar Sukiman.